Harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 2026 yang jatuh pada 27 Mei mendatang. Lonjakan paling tinggi terjadi pada komoditas cabai seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (24/5), harga cabai rawit merah mencapai Rp73.500 per kilogram atau naik 7,93 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang mencapai Rp54.150 per kilogram, naik 7,44 persen. Sementara cabai merah keriting tercatat Rp54.900 per kilogram atau naik 6,09 persen, dan cabai merah besar naik 5,02 persen menjadi Rp57.550 per kilogram.
Selain cabai, bawang merah ukuran sedang ikut mengalami kenaikan sebesar dua persen menjadi Rp48.350 per kilogram. Harga daging sapi juga bergerak naik, dengan daging sapi kualitas satu mencapai Rp148.300 per kilogram dan kualitas dua Rp139.450 per kilogram.
Harga beras turut menunjukkan kenaikan tipis. Beras kualitas super satu tercatat Rp17.450 per kilogram, sedangkan beras medium satu berada di level Rp16.150 per kilogram.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan terus memantau fluktuasi harga pangan agar tetap terkendali menjelang Iduladha.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan kenaikan harga menjelang hari raya merupakan fenomena musiman yang terus diawasi pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pangan Nasional.
Menurut Chico, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta juga melakukan pengawasan harian terhadap distribusi dan pasokan komoditas strategis di pasar-pasar utama Jakarta.
Di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga. Telur ayam ras segar turun menjadi Rp30.500 per kilogram, sementara gula pasir premium turun tipis ke level Rp20.200 per kilogram.












