BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS
Bank Indonesia memperluas opsi mata uang devisa hasil ekspor SDA selain dolar AS, termasuk yuan China, guna memperdalam pasar valas domestik dan mendukung aturan baru pemerintah mulai Juni 2026.
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS
Uang kertas won Korea Selatan, yuan China, dan yen Jepang terlihat di atas uang kertas 100 dolar AS dalam ilustrasi gambar ini yang diambil di Seoul. / Reuters

Bank Indonesia memperluas skema penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dengan membuka opsi penggunaan mata uang asing selain dolar AS di perbankan dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan eksportir kini dapat menempatkan devisa dalam berbagai mata uang asing, termasuk yuan China, melalui bank-bank Himbara dengan tenor hingga 12 bulan.

“Bank Indonesia memperluas pilihan mata uang selain dolar AS. Pasar valuta asing domestik juga terus diperdalam dan yuan China kini sudah aktif diperdagangkan di pasar domestik,” ujar Perry dalam pengarahan regulasi di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank Indonesia memperkuat pasar valas domestik melalui skema transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT), khususnya dengan China.

Perry mengungkapkan, nilai transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan China pada tahun lalu mencapai lebih dari US$25 miliar per tahun. Sementara sepanjang 2026, nilainya meningkat menjadi sekitar US$3,7 miliar per bulan.

Ia menambahkan, setelah adanya kesepakatan dengan perbankan domestik dan bank sentral China, eksportir yang memegang yuan kini dapat melakukan transaksi spot, swap, dan forward langsung di pasar domestik.

Kebijakan ini juga dinilai memberi fleksibilitas bagi eksportir komoditas menjelang penerapan aturan baru pemerintah mulai 1 Juni 2026 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 2 dan Nomor 21 Tahun 2026.

Dalam aturan tersebut, eksportir SDA diwajibkan menempatkan 100 persen devisa hasil ekspor ke dalam sistem keuangan Indonesia atau melakukan repatriasi penuh.

Untuk sektor migas, eksportir diwajibkan menempatkan minimal 30 persen DHE SDA di rekening khusus dalam negeri selama minimal tiga bulan. Sementara sektor nonmigas wajib menempatkan 100 persen devisa selama minimal 12 bulan.

Pemerintah juga menurunkan batas konversi devisa hasil ekspor ke rupiah dari sebelumnya 100 persen menjadi 50 persen, langkah yang dinilai dapat memberi ruang lebih besar bagi investor dan pelaku usaha dalam mengelola valuta asing mereka.

TerkaitTRT Indonesia - BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Industri migas Indonesia catat penggunaan produk lokal US$1,5 miliar hingga April 2026
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
SpaceX milik Elon Musk siap gelar IPO besar-besaran, bidik valuasi Rp28 kuadriliun
Pasar Indonesia tertekan, Singapura maju sebagai pasar saham terbesar ASEAN
Prabowo targetkan Rupiah 2027 di Rp16.800–17.500, siapkan kebijakan untuk redam tekanan
BI naikkan suku bunga acuan jadi 5,25 persen untuk jaga rupiah
Sektor perbankan siap hadapi potensi kenaikan suku bunga di tengah tekanan Rupiah
Realisasi anggaran MBG capai Rp75 triliun hingga April 2026
Presiden Prabowo akan pusatkan ekspor komoditas untuk tingkatkan penerimaan negara
Prabowo janjikan defisit APBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen
Para menteri keuangan G7 sepakat siapkan respons bersama hadapi risiko ekonomi global
Harga nikel naik di tengah penurunan output industri di Indonesia
Indonesia incar tabung CNG buatan China untuk dukung transisi dari LPG
Produksi minyak Pertamina capai 1.321 BOPD di lepas pantai Jawa Barat
Indonesia tetap lanjut impor minyak Rusia usai pelonggaran sanksi AS berakhir
KAI perkuat uji kesiapan teknis menuju transisi energi biodiesel B50
Bank Indonesia catat pertumbuhan utang luar negeri melambat di awal 2026
Rupiah kembali melemah ke level terendah, tembus Rp17.630 per dolar AS pada awal pekan
Ekspor pupuk Indonesia ke Australia mencapai Rp7 triliun, Mentan targetkan lebih pasar dunia
Krisis sulfur tekan industri nikel Indonesia di tengah perang Iran