BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
Kedua negara memperluas kolaborasi pada lima bidang prioritas, termasuk industri, energi hijau, kesehatan, agribisnis, dan promosi peluang investasi.
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
Indonesia dan Singapura melaksanakan pertemuan The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group. / Dok. Ekon RI

Indonesia dan Singapura kembali menegaskan komitmen untuk memperdalam kemitraan ekonomi di tengah ketidakpastian global, dengan fokus pada penguatan sektor industri, percepatan transisi hijau, serta pengembangan teknologi pertanian atau agriteknologi.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group (SOM 6WG) pada Kamis (21/5), sebagai forum evaluasi dan penguatan kerja sama ekonomi bilateral.

Pertemuan ini mempertemukan kedua negara dalam kerangka enam working group utama yang mencakup kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan KEK, investasi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, serta agribisnis.

Agenda dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi bersama Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry Singapura Beh Swan Gin.

Dalam sambutannya, Edi Prio Pambudi menekankan bahwa arah kemitraan harus lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi untuk menjawab tantangan global.

“Kerja sama Indonesia dan Singapura perlu diarahkan kepada upaya menjawab tantangan perkembangan dunia di sektor strategis seperti kawasan industri yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur digital, ekonomi hijau, teknologi pertanian dan pengembangan talenta-talenta digital,” ujarnya.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara Indonesia jajaki peluang investasi energi terbarukan senilai $30 miliar dengan Singapura

Kerja sama strategis

Pertemuan juga mengevaluasi capaian enam working group sepanjang periode 2025–2026, termasuk berbagai kebijakan baru di kawasan BBK dan KEK yang memperkuat kepastian investasi dan efisiensi birokrasi.

Salah satu perkembangan penting adalah perluasan kawasan FTZ Batam serta penguatan regulasi perizinan yang dinilai meningkatkan daya tarik investasi asing di Indonesia. Di sektor investasi, kedua negara memperluas kolaborasi pada lima bidang prioritas, termasuk industri, energi hijau, kesehatan, agribisnis, dan promosi peluang investasi.

Kerja sama konkret juga terwujud dalam pengembangan proyek energi terbarukan seperti PLTS di Sulawesi Tengah serta proyek bio-metanol di Sumatera Utara yang melibatkan lembaga riset dan BUMN kedua negara.

Selain itu, sektor transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, dan agribisnis turut diperkuat melalui berbagai program kerja sama, termasuk pengembangan SDM, konektivitas, dan promosi wisata bersama.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Summary of Discussion (SoD) yang menjadi dasar penyusunan agenda lanjutan dalam pertemuan tingkat menteri SOM 6WG pada Juni 2026 mendatang, serta menegaskan posisi Singapura sebagai mitra utama perdagangan dan investasi Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Singapura perkuat kemitraan investasi, fokus pada hilirisasi hingga energi



SUMBER:TRT Indonesia