BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Garap komponen katoda baterai, produsen Australia tanam modal Rp5,7 triliun di tanah air
Perusahaan teknologi asal Australia, Pure Battery Technologies, siap mengucurkan investasi sebesar USD 350 juta untuk membangun fasilitas prekusor bahan aktif katoda demi memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Garap komponen katoda baterai, produsen Australia tanam modal Rp5,7 triliun di tanah air
Wamen Todotua bertemu PBT, bahas investasi US$350 juta untuk fasilitas pCAM. Foto: BKPM

Komitmen Indonesia untuk menjadi raja ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global kian mendapat suntikan modal kuat. Investor asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), bersiap menanamkan modal jumbo senilai USD 350 juta atau sekitar Rp5,7 triliun untuk membangun fasilitas prekusor Cathode Active Material (pCAM) di tanah air.

Rencana strategis ini dimatangkan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, dengan Chairman Pure Battery Technologies, Stephen Wilmot, di kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, Australia.

Proyek investasi ini nantinya akan mengembangkan industri pCAM berbasis Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang dipasok langsung dari fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) domestik.

"Indonesia sudah memiliki fasilitas HPAL dan dalam waktu dekat akan memiliki manufaktur sel baterai. Rantai yang masih kosong adalah pCAM dan katoda. Itulah mengapa investasi seperti yang dilakukan Pure Battery Technologies ini sangat krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh," ujar Todotua di Jakarta, Kamis (2/7), seperti dikutip dari Antara.

Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat sektor tengah (midstream) seperti industri prekursor baterai saat ini belum ada di Indonesia. Padahal, tahapan ini merupakan salah satu segmen yang menghasilkan penciptaan nilai ekonomi tertinggi dalam rantai industri nikel.

Kehadiran pabrik pCAM ini diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok dari nikel, MHP, hingga menjadi sel baterai, tetapi juga melipatgandakan nilai tambah nikel dalam negeri sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem EV dunia.

Menanggapi rencana tersebut, Direktur IIPC Sydney, Leidy Surianingrat, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh proses realisasi investasi ini. Pihaknya akan memfasilitasi PBT untuk terhubung dengan para pemangku kepentingan di pemerintahan serta mitra-mitra strategis.

Selain membahas komitmen investasi, pertemuan di Sydney tersebut juga mulai menjajaki langkah-langkah teknis, mulai dari pendirian badan hukum PBT di Indonesia, pemilihan lokasi fasilitas produksi, skema pembiayaan, hingga peluang kemitraan strategis di sektor pertambangan dan pengolahan nikel nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Bidik investasi Rp3.414 triliun, pemerintah ajak pengusaha Australia masuk ke sektor strategis
SUMBER:TRT Indonesia