DUNIA
2 menit membaca
Menlu Sugiono dorong MIKTA optimalkan peran kekuatan menengah dalam reformasi global
Pertemuan tingkat tinggi di sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengajak negara anggota MIKTA memperkuat pengaruh kolektif di panggung internasional.
Menlu Sugiono dorong MIKTA optimalkan peran kekuatan menengah dalam reformasi global
MIKTA dorong suara kolektif untuk memperkuat reformasi PBB dan multilateralisme global. Foto: X/@Menlu_RI

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyerukan agar kelompok negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Republik Korea, Türkiye, dan Australia) dapat memaksimalkan potensi kolektifnya untuk memberikan kontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menlu Sugiono saat menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA yang diselenggarakan di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9).

"Dengan kekuatan kolektif yang kita miliki, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat," tegas Menlu Sugiono, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Australia yang memegang keketuaan MIKTA pada 2026 dengan mengusung tema "State of the Multilateral System and the Role of Middle Powers." Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengangkat posisi negara-negara kekuatan menengah (middle powers).

Terkait isu reformasi PBB, Indonesia menekankan bahwa perubahan yang dilakukan tidak boleh sekadar berfokus pada aspek efisiensi semata, melainkan juga harus mencakup penguatan legitimasi, efektivitas, serta akuntabilitas institusi global tersebut. MIKTA dinilai mampu menjaga kesinambungan inisiatif reformasi sekaligus membantu membangun konsensus peta jalan yang berlandaskan visi bersama.

Selain itu, Indonesia juga menyoroti pentingnya kredibilitas dan konsistensi yang menjadi pilar utama MIKTA, didukung oleh keragaman perspektif dari masing-masing kawasan anggotanya. Usulan pembentukan mekanisme country coordinator untuk sektor-sektor tertentu turut disuarakan agar koordinasi kerja sama antarnegara anggota dapat berjalan semakin solid dan terarah.

Di hadapan para menlu anggota MIKTA, Menlu Sugiono turut mengapresiasi respons sigap kelompok tersebut dalam merilis pernyataan bersama terkait insiden serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian asal Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon pada April 2026 lalu. Kemampuan merespons isu secara aktual dinilai krusial untuk menjaga relevansi MIKTA di kancah internasional, di samping pembahasan mengenai agenda pembangunan global dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menutup pandangannya, Menlu RI mengingatkan agar kerja sama MIKTA dapat diperluas dengan melibatkan sektor swasta, filantropi, serta berbagai mitra strategis guna menerjemahkan setiap gagasan diplomasi menjadi aksi yang berdampak langsung.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan negara MIKTA kecam misinformasi dan narasi berbahaya yang sasar pekerja kemanusiaan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Erdogan serukan reformasi Dewan Keamanan PBB, desak penghapusan hak veto
Menlu Sugiono tiba di New York, bawa misi Palestina hingga kursi DK PBB
BNPT dan Australia perkuat kerja sama penanggulangan terorisme
Indonesia dan Belanda resmi jadi tuan rumah bersama UN Peacekeeping Ministerial 2027 di Jakarta
Indonesia raih 7 medali di Asian Games 2026, bertahan di peringkat ke-12
Houthi targetkan tempat suci, Arab Saudi kecam serangan drone ke Mekah
Indonesia perkuat kampanye pencalonan kursi di DK PBB periode 2029–2030
Menlu Sugiono akan pimpin delegasi dan wakili Prabowo di Sidang Umum PBB ke-81
Indonesia-China perkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks
Türkiye dan sejumlah negara kecam serangan Houthi ke Mekah
Sejumlah artis dan figur terkenal hadapi sanksi industri hiburan karena dukung Palestina
Pendidikan di bawah ancaman, ratusan juta anak terdampak konflik
Jerman dorong perluasan kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui IEU-CEPA
Kemenlu bidik kerja sama mineral kritis dengan Amerika Latin demi rantai pasok global
China sambut usulan Presiden Prabowo terkait kolaborasi rantai pasok negara anggota BRICS
Pertamina akan jajaki investasi migas di Guyana dan Suriname, perluas akses energi nasional
Indonesia kerahkan KRI Rumah Sakit untuk misi kemanusiaan ke 4 negara Pasifik Selatan
BRICS perkuat peran Global South di tengah geopolitik dunia
Indonesia dan India perkuat peran global lewat kemitraan BRICS
Palestina dan negara mitra BRICS dorong langkah tegas hentikan agresi Israel