DUNIA
2 menit membaca
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis
Pertemuan ini untuk menindaklanjuti kesepakatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Dewan Pendidikan Tinggi Türkiye yang telah ditandatangani pada Februari 2025 di Bogor.
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menerima kunjungan Dubes Republik Turki untuk Indonesia, H.E. Talip Küçükcan di Jakarta. / Dok. Kemdiktisaintek

Indonesia dan Türkiye memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, serta hilirisasi industri, melalui pertemuan tingkat kementerian yang digelar di Jakarta pada Senin (18/5). Pembahasan ini menyoroti kolaborasi jangka panjang kedua negara dalam menghadapi perkembangan teknologi global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kemitraan internasional menjadi elemen penting dalam reformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

“Kami akan melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pengembangan pusat studi, program riset, pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia maupun Türkiye, serta penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi,” ujar Brian.

Pertemuan bersama Duta Besar Türkiye untuk Indonesia Talip Kucukcan tersebut juga menindaklanjuti kesepakatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Dewan Pendidikan Tinggi Türkiye yang telah ditandatangani pada Februari 2025 di Bogor. Kesepakatan ini mencakup mobilitas akademik, riset bersama, program gelar ganda, hingga penguatan forum pendidikan tinggi kedua negara.

Ekosistem pendidikan tinggi

Selain itu, kedua pihak tengah mempersiapkan pembentukan Joint Working Group (JWG) sebagai wadah implementasi kerja sama lanjutan. Forum ini akan membahas sejumlah sektor prioritas seperti teknologi pertanian berkelanjutan, kesehatan dan infrastruktur medis, pertahanan, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur maju, digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, energi terbarukan, penanggulangan bencana, serta ilmu kelautan.

“Ketika kita berbicara tentang inovasi, pembangunan, dan teknologi, kita membutuhkan lebih banyak dosen bergelar PhD. Kita dapat bekerja sama dalam berbagai prioritas, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga ilmu sosial,” ujar Dubes Talip Kucukcan.

Pihak Türkiye juga memperkenalkan Teknofest, sebuah festival teknologi dan kedirgantaraan yang melibatkan pelajar serta mahasiswa dalam pengembangan inovasi.

Saat ini, terdapat 431 bentuk kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Türkiye, mencakup pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyambut positif perluasan kerja sama ini, dengan harapan dapat memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia serta mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak pada pembangunan nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia kembali dukung Türkiye sebagai mitra dialog penuh ASEAN serta serukan perluasan TAC

SUMBER:TRT Indonesia