Setidaknya 10 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat serangan Israel di Gaza dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlangsung, menurut sumber medis.
Seorang warga Palestina tewas dan dua lainnya terluka setelah sebuah drone Israel menyerang kendaraan sipil di wilayah barat Kota Gaza, kata sumber medis kepada kantor berita Anadolu.
Dua warga Palestina lainnya tewas dalam serangan drone Israel yang menyasar kerumunan warga sipil di Jalan Al-Oyoun, kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza.
Seorang anak berusia enam tahun juga meninggal akibat luka yang dideritanya setelah terkena tembakan Israel di kawasan Zeitoun, selatan Kota Gaza.
Di Gaza selatan, empat warga Palestina, termasuk seorang ayah, putranya, dan seorang anak, tewas sementara 10 lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda pengungsian warga sipil di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis.
Seorang sopir truk bantuan kemanusiaan ditembak di bagian kepala oleh pasukan Israel di Rafah, Gaza selatan. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.
Sumber lokal menyebut korban bernama Ahmad Nasser Isleem ditembak saat menunggu di dalam truknya untuk memuat bantuan kemanusiaan.
Seorang anak berusia delapan tahun juga meninggal akibat luka yang dideritanya setelah serangan Israel menghantam kendaraan sipil di kawasan Sabra, Kota Gaza, pada Selasa malam, tambah sumber medis tersebut.
Tembakan artileri dan serangan laut
Sementara itu, badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan seorang perempuan terluka akibat tembakan kapal perang Israel di wilayah barat Kota Gaza. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kondisi korban.
Di Gaza tengah, tentara Israel menembakkan beberapa peluru artileri ke wilayah timur dan selatan kamp pengungsi Bureij, menurut sumber lokal dan saksi mata.
Pasukan Israel juga melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsian di Al-Mawasi, barat laut Rafah.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, agresi Israel telah menewaskan sedikitnya 1.084 warga Palestina dan melukai 3.491 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya sejak Oktober 2023 dalam serangan yang juga menyebabkan kehancuran luas terhadap sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.















