Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia dan Australian Federal Police (AFP) memperpanjang kerja sama penegakan hukum hingga 2031 untuk menghadapi perdagangan narkoba lintas negara, termasuk ancaman baru berupa cairan vape yang mengandung narkotika.
Perpanjangan nota kesepahaman (MoU) selama lima tahun tersebut ditandatangani di Bali pada Selasa (22/9) oleh Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dan Komisaris AFP Krissy Barrett. Kesepakatan mencakup pemberantasan peredaran gelap narkotika, psikotropika, serta bahan prekursor.
Suyudi mengatakan perkembangan jaringan narkoba yang semakin memanfaatkan teknologi dan beroperasi melintasi batas negara membutuhkan respons bersama yang mampu menyesuaikan diri dengan pola kejahatan baru.
“Perubahan modus operandi, pemanfaatan teknologi, serta penggunaan berbagai jalur lintas negara oleh jaringan kejahatan terorganisasi menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui kerja sama erat antarlembaga,” kata Suyudi.
Salah satu perhatian BNN adalah pemanfaatan rokok elektronik sebagai sarana baru dalam distribusi narkoba. Informasi intelijen BNN menunjukkan jaringan terorganisir semakin mengolah bunga ganja menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) cair yang kemudian digunakan dalam kartrid vape dan menyasar konsumen di pasar gaya hidup perkotaan.
Untuk memperkuat pengawasan di dalam negeri, BNN akan mempelajari sistem regulasi Australia serta metode penegakan hukum negara tersebut terkait rokok elektronik.
“Pertukaran informasi dan praktik terbaik dengan Australia diharapkan dapat membantu Indonesia menangani potensi penyalahgunaan vape sebagai bagian dari metode kejahatan narkoba yang berkembang,” ujar Suyudi.
Melalui MoU yang diperpanjang, kedua lembaga juga akan meningkatkan pertukaran informasi intelijen secara langsung mengenai jaringan sindikat, koordinasi operasi untuk mencegah dan menggagalkan penyelundupan, serta penguatan kapasitas melalui pelatihan khusus bersama.
Suyudi menyebut kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi Indonesia dan Australia untuk membongkar jaringan narkoba lintas batas dan memperkuat perlindungan masyarakat. Ia juga mengajak lembaga pemerintah dan masyarakat sipil untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan ancaman narkotika.






















