BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Kerja sama diperluas mencakup regulasi obat dan vaksin, produk biologis, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, serta teknologi digital dalam sistem regulasi.
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Status BPOM sebagai WHO-Listed Authority (WLA) memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama regulasi internasional. / Dok. BPOM

Indonesia dan China akan memperbarui kerja sama pengawasan obat dan pangan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan National Medical Products Administration (NMPA) China. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan rancangan kesepakatan telah rampung dan akan segera ditandatangani.

“Pertemuan dengan NMPA, mitra BPOM di China, berjalan baik untuk merampungkan MoU antara BPOM dan NMPA. Rancangannya sudah selesai dan akan segera kami tandatangani,” kata Taruna di Beijing, Minggu (20/9).

MoU baru akan menggantikan kesepakatan sebelumnya yang berakhir pada Juni 2024. Kerja sama diperluas mencakup regulasi obat dan vaksin, produk biologis, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, serta teknologi digital dalam sistem regulasi.

Taruna mengatakan kesepakatan tersebut juga mencakup investasi, keamanan, mutu, khasiat, dan transfer teknologi, termasuk peluang investasi China dalam pengembangan teknologi vaksin di Indonesia.

“Beberapa teknologi, khususnya teknologi vaksin, akan mendapat investasi dari China di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia memiliki tenaga ahli, terutama dalam sertifikasi pengelolaan obat, karena BPOM sudah berstatus sebagai otoritas yang terdaftar di WHO. Artinya, kami memiliki kemampuan manufaktur yang kuat,” jelasnya.

Standar regulasi global

Status BPOM sebagai WHO-Listed Authority (WLA) memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama regulasi internasional. Melalui mekanisme reliance, BPOM dapat menggunakan hasil penilaian regulator lain sebagai rujukan, tetapi tetap melakukan evaluasi sendiri sesuai aturan nasional.

Taruna mengatakan pembaruan kerja sama tersebut diharapkan dapat diperkenalkan dalam pertemuan tingkat tinggi APEC antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping.

Selain regulasi, BPOM mendorong kerja sama teknologi kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam kunjungannya ke China, Taruna menjadi pembicara pada International Biomedical Industry Innovation Conference Beijing Forum yang digelar Tsinghua University dan memaparkan penggunaan kecerdasan buatan dalam Advanced Therapy Medicinal Products (ATMPs).

Delegasi BPOM juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah fasilitas industri farmasi dan pengolahan pangan di China untuk menjajaki peluang investasi. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat industri farmasi Indonesia, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang saat ini mencapai lebih dari 90 persen.

TerkaitTRT Indonesia - BPOM dan China perkuat kerja sama pengawasan obat hingga bahan baku farmasi
SUMBER:TRT Indonesia