Indonesia memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global, setelah pemerintah mengalihkan sumber impor liquefied petroleum gas (LPG) dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Afrika.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa langkah ini tidak mengganggu ketersediaan LPG dalam negeri. “LPG sampai dengan sekarang insyaallah tetap aman. Karena pasokan dari Timur Tengah sudah dialihkan ke negara lain, seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya,” ujarnya di Jakarta, pada Senin, dilansir oleh Antara.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dengan sejumlah negara sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra yang terdiversifikasi, antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel, Angola 28,5 juta barel, Arab Saudi 25,36 juta barel, Brasil 9 persen, Australia 8 persen serta negara lain seperti Gabon, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Skema harga BBM
Data pemerintah menunjukkan sekitar 70 hingga 75 persen impor LPG Indonesia kini berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dipasok dari negara lain, termasuk Australia. Sementara itu, kebutuhan solar dalam negeri disebut telah sepenuhnya dipenuhi dari produksi nasional.
Pemerintah masih mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Pembahasan ini melibatkan PT Pertamina (Persero) serta badan usaha swasta untuk merumuskan skema harga yang tetap terjangkau.
Hingga kini, penetapan harga BBM non-subsidi masih mengacu pada Keputusan Menteri ESDM ditentukan berdasarkan harga indeks pasar, konstanta, dan margin, kemudian ditambah pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sesuai ketentuan daerah.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar energi global serta menjaga keseimbangan antara stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.











