DUNIA
3 menit membaca
Menlu RI akan hadiri FMM BRICS di New Delhi, reformasi global jadi bahasan utama
Di tengah situasi global yang kritis, para menteri akan bertukar pandangan mengenai perkembangan global dan regional, termasuk isu keamanan dan stabilitas internasional.
Menlu RI akan hadiri FMM BRICS di New Delhi, reformasi global jadi bahasan utama
FOTO ARSIP: Menteri Luar Negeri RI Sugiono. / Reuters

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dijadwalkan bertolak ke New Delhi untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS FMM) yang berlangsung pada 14–15 Mei 2026. Forum ini digelar di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, sekaligus menjadi ajang bagi negara-negara anggota untuk menyelaraskan sikap atas berbagai isu strategis.

Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar itu akan dihadiri para menteri luar negeri serta kepala delegasi dari negara anggota dan mitra BRICS. 

Selain agenda utama, para peserta juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Sugiono menekankan bahwa agenda pertemuan tidak hanya menyentuh isu politik global, tetapi juga kerja sama konkret di berbagai sektor. 

“BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital,” ujarnya usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia resmi bergabung di New Development Bank milik BRICS dengan investasi awal $1 miliar

Kementerian Luar Negeri RI menambahkan bahwa forum tersebut akan menyoroti penguatan ketahanan, resiliensi, serta inovasi di tengah tantangan global. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia akan memanfaatkan forum ini untuk menegaskan komitmennya dalam BRICS. 

“Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional,” katanya.

Selain Indonesia, sejumlah tokoh penting dipastikan hadir, termasuk Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Keduanya juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan pihak India serta delegasi lainnya guna membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Menurut keterangan pemerintah India, para menteri akan bertukar pandangan mengenai perkembangan global dan regional, termasuk isu keamanan dan stabilitas internasional. 

Pada hari kedua, pertemuan akan berfokus pada tema “BRICS@20: Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”, yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai reformasi tata kelola global dan sistem multilateral.

Pertemuan di New Delhi ini berlangsung di tengah situasi internasional yang sensitif, termasuk konflik di Timur Tengah dan dinamika hubungan antara kekuatan besar dunia. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dijadwalkan mengunjungi Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, menambah perhatian terhadap arah politik global saat ini.

BRICS sendiri merupakan kelompok negara berkembang yang dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, sebelum Afrika Selatan bergabung setahun kemudian. 

Dalam beberapa tahun terakhir, blok ini mengalami ekspansi signifikan dengan masuknya negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran, sehingga kini beranggotakan 11 negara serta didukung oleh sejumlah mitra strategis.

Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam forum ini dinilai sebagai langkah untuk memperkuat peran di kancah global, sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dan politik dengan negara-negara berkembang lainnya.

TerkaitTRT Indonesia - Bank sentral India mengajukan untuk hubungkan mata uang digital BRICS
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bandara Soekarno-Hatta perketat skrining kedatangan internasional usai peringatan Hantavirus
Indonesia rotasi 742 prajurit untuk misi UNIFIL di Lebanon, agresi Israel terus berlanjut
Mantan tentara Serbia Bosnia dipenjara 15 tahun atas pembunuhan warga Muslim saat perang
Penumpang terakhir dievakuasi dari kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus
Senator AS usulkan amandemen konstitusi untuk akhiri kewarganegaraan otomatis bagi kelahiran di AS
Bintang muda Barcelona Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga
Gereja-gereja yang hancur, salib-salib, dan pola berulang dalam ofensif Israel di Lebanon
Boikot Israel di Eurovision: Spanyol, Irlandia, dan Slovenia hentikan siaran kompetisi
Trump akan memimpin 17 CEO AS, termasuk Musk dan Cook, dalam kunjungan ke China di tengah perang Iran
Blokade Selat Hormuz mengancam ketahanan pangan bagi 45 juta orang: PBB
Kapal pesiar di pusat kekhawatiran hantavirus menuju Belanda saat evakuasi berakhir
Warga negara AS di atas kapal pesiar yang terkena hantavirus tes positif
Serangan Israel di selatan Lebanon tewaskan 4 orang, lukai 8 orang di tengah pelanggaran gencatan senjata
Setidaknya 21 orang tewas dalam serangan pemberontak ADF di Republik Demokratik Kongo
Kasus baru hantavirus muncul, pemerintah karantina penumpang kapal pesiar
Kemenkes pastikan WNA kontak erat Hantavirus di Indonesia negatif
Pemimpin ASEAN sepakati penguatan kerja sama maritim, tegaskan komitmen pada UNCLOS
Indonesia tegaskan komitmen perlindungan pekerja migran di forum PBB
Wamenperin dorong penguatan kerja sama industri strategis Indonesia–Rusia
Polri perketat penanganan 321 WNA dalam kasus jaringan judi online internasional