Seorang ajudan politik dari partai berkuasa nasionalis Hindu India, Bharatiya Janata Party (BJP), tewas ditembak orang bersenjata di atas sepeda motor di negara bagian Benggala Barat, beberapa hari setelah partai tersebut memenangkan pemilu negara bagian secara telak.
Kepolisian menyebut Chandranath Rath, 41 tahun, yang merupakan orang dekat pemimpin BJP di Benggala Barat Suvendu Adhikari, ditembak mati pada Rabu malam di dekat kediamannya di Kolkata.
Adhikari, yang merupakan pemimpin oposisi di parlemen negara bagian sekaligus disebut-sebut akan menjadi kepala menteri berikutnya, menyebut peristiwa itu sebagai “pembunuhan dingin”.
Menurut polisi, para pelaku memblokir kendaraan Rath menggunakan sepeda motor sebelum melepaskan tembakan bertubi-tubi sekitar belasan kali, yang mengenai bagian dada korban.
“Penembakan terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat (17.30 GMT) pada Rabu. Sepeda motor yang digunakan untuk menghentikan mobil Rath telah diamankan,” kata Kepala Polisi Benggala Barat Sidd Nath Gupta pada Kamis.
“Sepeda motor tersebut menggunakan nomor registrasi palsu, dan kami masih memburu para pelaku.”
Seorang dokter di Rumah Sakit Apollo, Pritam Sengupta, mengatakan Rath “dibawa dalam kondisi sudah meninggal dengan luka tembak di dada”.
Kematian ini menambah jumlah korban tewas sejak hasil pemilu diumumkan pada Senin menjadi sedikitnya lima orang.
“Kami mengecam keras”
Benggala Barat sebelumnya dipimpin oleh kritikus keras Perdana Menteri Narendra Modi, Mamata Banerjee, sejak 2011.
Banerjee, pemimpin partai regional All India Trinamool Congress (TMC), juga kehilangan kursinya dalam pemilu tersebut dan menolak hasil yang diumumkan.
Analis menilai kemenangan BJP di negara bagian berbahasa Bengali ini merupakan salah satu capaian politik paling signifikan sejak Modi pertama kali menjabat perdana menteri pada 2014, memperluas dominasi partainya di luar wilayah Hindi di India utara dan tengah.
Insiden penembakan ini semakin memperburuk ketegangan politik di wilayah tersebut, dengan BJP dan TMC saling menuduh terkait kekerasan pasca pemilu.
“Itu adalah pembunuhan yang direncanakan,” kata presiden BJP Benggala Barat Samik Bhattacharya.
“Ini memang diharapkan dari Trinamool Congress,” tambahnya, seraya menuduh partai tersebut bertanggung jawab atas kematian itu.
TMC membantah keterlibatan dalam penembakan tersebut, namun menuduh BJP juga melakukan kekerasan terhadap pendukung mereka.
“Kami mengecam keras pembunuhan brutal Chandranath Rath,” kata TMC dalam pernyataannya, sembari juga mengutuk serangan terhadap anggota mereka yang disebut dilakukan oleh “oknum pendukung BJP”.
BJP menyatakan pihaknya akan melantik pemimpinnya sebagai kepala menteri pada Sabtu.















