Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, memimpin pertemuan 8th Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) bersama Sekretaris Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, pada Rabu (23/4). Pertemuan bilateral yang berlangsung di Jakarta ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara tetangga untuk memperdalam kemitraan strategis mereka.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak menyepakati penguatan kerja sama di sektor keamanan maritim dan manajemen perbatasan. Hal ini dinilai penting mengingat posisi geografis kedua negara yang berbagi wilayah perairan luas dan tantangan keamanan lintas batas yang serupa.
Selain aspek keamanan, fokus utama diskusi juga mencakup ketahanan energi dan peningkatan volume perdagangan. Sugiono menegaskan bahwa perlindungan warga negara masing-masing juga tetap menjadi prioritas utama dalam agenda kerja sama bilateral ini.
Dukungan terhadap keketuaan ASEAN
Terkait dinamika di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menyatakan dukungan penuh kepada Filipina yang memegang keketuaan ASEAN pada tahun ini. Sugiono menggarisbawahi pentingnya menjaga sentralitas organisasi regional tersebut di tengah tantangan geopolitik global.
"Kami menekankan pentingnya menjaga ASEAN agar tetap bersatu, relevan, dan responsif dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran regional," ujar Sugiono melalui pernyataan resminya di media sosial X.
Langkah ini mempertegas peran aktif Indonesia dalam memastikan stabilitas di Asia Tenggara, sekaligus memastikan bahwa kolaborasi antarnegara anggota tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi isu-isu kawasan. Pertemuan JCBC ke-8 ini diharapkan dapat segera diimplementasikan melalui program-program konkret yang menguntungkan masyarakat di kedua negara.

















