Indonesia dan Cili sepakat memperkuat kemitraan ekonomi serta memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Cili Francisco Pérez Mackenna di Jakarta, pada Senin (20/7).
Pertemuan tersebut menjadi kunjungan pertama Pérez Mackenna ke Indonesia dan menandai 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Selain memperdalam hubungan bilateral, kedua negara juga berkomitmen memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia dan Cili sepakat meningkatkan kerja sama di sektor mineral kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, serta kesehatan.
"Kami sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor utama, termasuk mineral kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, serta kesehatan," ujar Sugiono melalui akun resmi X miliknya.
Sugiono menegaskan bahwa pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) oleh pelaku usaha perlu terus dioptimalkan agar mampu mendorong kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
Meningkatkan perdagangan bilateral
Menurut Kementerian Luar Negeri, Cili merupakan mitra potensial bagi Indonesia dalam pengembangan mineral kritis. Sebagai sesama produsen utama komoditas mineral dunia, kedua negara memiliki peluang memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, memperkuat rantai pasok global, serta mendorong praktik industri yang berkelanjutan.
Selain kerja sama ekonomi, kedua negara juga menegaskan komitmen memperkuat solidaritas Global South serta meningkatkan koordinasi antara Asia Tenggara dan Amerika Latin dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Secara terpisah, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Indonesia dan Cili akan mengoptimalkan implementasi IC-CEPA untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan bilateral, serta mempercepat negosiasi kerja sama investasi.
"Indonesia dan Cili sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA. Langkah berikutnya adalah mengoptimalkan perjanjian ini untuk meningkatkan perdagangan serta memperluas akses pasar bagi kedua negara," ujar Budi.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dan Cili pada 2025 mencapai $535,5 juta, meningkat 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di bawah skema IC-CEPA, sebanyak 6.704 produk Indonesia memperoleh fasilitas bebas tarif masuk ke pasar Cili, mencakup produk pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan, dan industri.





















