Tim SAR Gabungan bersama nelayan setempat berhasil menemukan tujuh orang korban tambahan dalam kondisi selamat setelah sempat dinyatakan hilang selama empat hari di tengah laut. Dengan penemuan ini, total korban selamat yang berhasil dievakuasi kini bertambah menjadi 59 orang.
Kepala Kantor Basarnas Makassar menyatakan bahwa ketujuh korban tersebut ditemukan dalam dua tahap evakuasi yang dramatis pada akhir pekan lalu.
Tahap pertama terjadi pada Sabtu (18/7), ketika kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 melihat lima orang penumpang terombang-ambing di sekitar Pulau Matallang. Kelima korban—Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Sri Ardita (17), dan seorang anak bernama Diska (7)—berhasil bertahan hidup dengan cara berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan di tengah cuaca perairan yang tidak menentu.
Sehari setelahnya, pada Minggu (19/7), keajaiban kembali terjadi. KM Bari Baria 05 menemukan dua korban lagi, yaitu Nurmiati (46) dan Jasmal (24), yang terdampar di Pulau Balaloho. Keduanya langsung dievakuasi menggunakan kapal perang KRI Marlin 877 untuk mendapatkan perawatan medis darurat karena kondisi fisik yang sangat lemas.
Sebagai informasi, KM Nurul Salsa dilaporkan mengalami kerusakan mesin dan kebocoran lambung pada Rabu (15/7) pagi saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar. Kapal tersebut diketahui membawa total 78 penumpang.
Berdasarkan data pemutakhiran resmi Basarnas hari ini, dari keseluruhan penumpang, 59 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Hingga saat ini, operasi SAR berskala besar masih terus dioptimalkan. Penyisiran diperluas dengan melibatkan armada udara TNI AU serta alut laut utama seperti KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, dan KRI Hiu 634 guna menemukan sisa korban yang masih hilang.






















