Seorang penasihat militer utama bagi pemimpin tertinggi Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa blokade pelabuhan Iran oleh AS "akan gagal," memperingatkan bahwa Teheran bisa memilih konfrontasi jika blokade itu berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan dini hari Kamis di televisi negara, Mohsen Rezaei mengatakan Iran memiliki berbagai cara untuk melewati blokade tersebut, menekankan bahwa upaya untuk memberlakukan blokade itu tidak akan berhasil.
Ia menambahkan bahwa jika blokade terus berlanjut, Iran mungkin akan menempuh konfrontasi untuk mematahkan blokade tersebut.
Rezaei juga menguraikan kemungkinan skenario jika terjadi perang lain, mengatakan konflik itu kemungkinan akan terfokus pada wilayah pesisir selatan, meluas ke arah Isfahan, dengan beberapa aktivitas di bagian barat negara.
Ia memperingatkan bahwa konflik semacam itu dapat mencakup pemboman dan pembunuhan di Teheran.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan Teheran membalas melalui serangan terhadap Israel dan negara-negara regional lain yang menampung aset-aset AS.
Pemboman AS-Israel menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua minggu pada 8 April yang dimediasi oleh Pakistan.
Sementara semula dijadwalkan berakhir pada 22 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir.














