IKLIM
2 menit membaca
Tim Gabungan padamkan karhutla seluas 10,65 hektare di Penajam
Pemadaman didukung berbagai peralatan, termasuk kendaraan tangki air, mesin pompa portabel, serta kendaraan khusus yang digunakan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Tim Gabungan padamkan karhutla seluas 10,65 hektare di Penajam
Api membakar kawasan dengan kondisi tanah mineral yang ditumbuhi semak dan pepohonan, serta terdapat tumpukan kayu. / Reuters

Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area seluas 10,65 hektare di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Operasi pemadaman berlangsung sejak Rabu hingga Kamis (20/8). Penanganan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola hutan, perusahaan swasta, serta masyarakat setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, mengatakan api membakar kawasan dengan kondisi tanah mineral yang ditumbuhi semak dan pepohonan, serta terdapat tumpukan kayu.

Menurut Nurlaila, indikasi awal kebakaran diperoleh melalui sistem pemantauan Lembuswana sekitar pukul 10.00 WITA pada Rabu. Petugas Bhabinkamtibmas dari Sepan dan Sotek kemudian diarahkan untuk memastikan lokasi berdasarkan titik koordinat yang terdeteksi.

Pengecekan lapangan yang dilakukan sekitar pukul 13.15 WITA menemukan sejumlah titik api yang mulai meluas. Petugas selanjutnya meminta bantuan Pos Pemadam Kebakaran Sotek dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait.

Proses pendinginan

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU. Tim segera bergerak menuju kawasan terdampak untuk melakukan penanganan bersama.

Pemadaman didukung berbagai peralatan, termasuk kendaraan tangki air, mesin pompa portabel, serta kendaraan khusus yang digunakan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Nurlaila menjelaskan, proses pemadaman dan pendinginan awal selesai sekitar pukul 00.00 WITA. Meskipun api yang terlihat sudah tidak lagi menyala, sejumlah bara dan titik asap masih ditemukan di lokasi.

Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat menuntaskan seluruh proses pendinginan pada malam hari. Tim kemudian kembali ke lokasi pada Kamis pagi untuk melakukan pemeriksaan ulang sekaligus memastikan bara yang tersisa benar-benar dapat dikendalikan.

Hingga operasi lanjutan tersebut dilakukan, area yang terbakar tercatat mencapai 10,65 hektare. Tim gabungan terus melakukan pendinginan untuk mencegah bara kembali memicu penyebaran api.

TerkaitTRT Indonesia - El Nino makin kuat, 95 ribu hektare lahan di Indonesia terbakar sepanjang Juli
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi