Washington, DC — Pada 2002, Türkiye mengejutkan dunia setelah berhasil melaju hingga semifinal Piala Dunia FIFA, sebuah pencapaian yang hanya bisa diimpikan banyak negara.
Di tengah atmosfer panas Stadion Saitama, Jepang, tim nasional Türkiye mampu memberikan perlawanan sengit kepada Brasil. Namun, mereka akhirnya harus mengakui keunggulan sang juara dengan skor 0-1, yang sekaligus mengakhiri perjalanan Türkiye dan pelatih saat itu, Senol Gunes.
Meski demikian, Türkiye berhasil menutup turnamen dengan finis di posisi ketiga.
Türkiye telah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia FIFA. Pada 1954, mereka tersingkir di fase grup. Pada 2002, mereka mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Sementara pada 2026, Türkiye akan menandai kembalinya mereka ke panggung sepak bola dunia setelah absen selama 24 tahun.
Skuad Türkiye saat ini "dipenuhi talenta", menurut mantan striker Italia sekaligus pelatih tim nasional Türkiye sejak 2023, Vincenzo Montella.
"Para pemain memiliki hubungan yang sangat baik dan merupakan kelompok yang solid. Türkiye adalah tim yang sangat muda, seimbang, dan memiliki masa depan yang cerah," ujar Montella mengenai Ay Yildizlilar atau Bintang Bulan Sabit, yang kembali ke panggung terbesar sepak bola dengan harapan mengulang pencapaian pada 2002.
Montella mengaku bangga dan optimistis terhadap "generasi emas" yang dimilikinya serta potensi mereka untuk menjadi kuda hitam yang mampu menghadirkan kejutan di turnamen tersebut.
Türkiye memastikan tiket ke Piala Dunia pada 31 Maret setelah mengalahkan Kosovo 1-0 di babak play-off. Hasil itu menempatkan mereka di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia.
Pada Euro 2024, Türkiye berhasil melaju hingga perempat final.
Dalam turnamen tersebut, mereka menampilkan permainan dengan tekanan agresif serta kualitas teknik yang mumpuni. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi saat menghadapi Belanda, salah satu kekuatan besar Eropa, dengan skor 1-2.
Meski lawan-lawan di Grup D diperkirakan akan memberikan tantangan berat, pengalaman lolos ke Piala Dunia serta performa impresif di Euro 2024 diyakini dapat membantu Türkiye melangkah ke fase gugur dan bahkan melaju lebih jauh.
Skuad Türkiye
Skuad final Türkiye terdiri atas 26 pemain sebagai berikut:
Penjaga gawang: Altay Bayindir (Manchester United), Mert Gunok (Fenerbahce), Ugurcan Cakir (Galatasaray).
Bek: Abdulkerim Bardakci (Galatasaray), Caglar Soyuncu (Fenerbahce), Eren Elmali (Galatasaray), Ferdi Kadioglu (Brighton & Hove Albion), Merih Demiral (Al Ahli), Mert Muldur (Fenerbahce), Ozan Kabak (Hoffenheim), Samet Akaydin (Caykur Rizespor), Zeki Celik (AS Roma).
Gelandang: Hakan Calhanoglu (Inter Milan), Ismail Yuksek (Fenerbahce), Kaan Ayhan (Galatasaray), Orkun Kokcu (Besiktas), Salih Ozcan (Borussia Dortmund).
Penyerang: Arda Guler (Real Madrid), Baris Alper Yilmaz (Galatasaray), Can Uzun (Eintracht Frankfurt), Deniz Gul (FC Porto), Irfan Can Kahveci (Kasimpasa), Kenan Yildiz (Juventus), Kerem Akturkoglu (Fenerbahce), Oguz Aydin (Fenerbahce), dan Yunus Akgun (Galatasaray).
Meski demikian, tiga nama yang paling layak mendapat sorotan adalah bintang Real Madrid Arda Guler, penyerang Juventus Kenan Yildiz, dan kapten senior Hakan Calhanoglu.
Sepanjang musim lalu, Guler menjelma menjadi salah satu pemain kunci Real Madrid berkat kemampuannya yang serbabisa. Pemain berusia 21 tahun itu dapat dimainkan sebagai gelandang serang, gelandang tengah maupun pemain sayap.
Ia juga memiliki kemampuan yang sama baiknya menggunakan kedua kaki.
Pada 31 Mei, Guler dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik atau Revelation of the Season Liga Champions UEFA musim 2025/2026.
Sementara itu, Yildiz yang juga berusia 21 tahun menikmati musim yang gemilang bersama Juventus dengan mencetak 11 gol dan menyumbang sembilan assist di semua kompetisi.
Jika pada Euro 2024 keduanya masih mulai mendapat tempat di dalam tim, kini permainan Türkiye justru berpusat pada duet tersebut.
Calhanoglu sendiri merupakan salah satu pilar Inter Milan sekaligus eksekutor tendangan bebas dan penalti yang sangat berbahaya. Ia juga kerap menjadi ancaman lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Generasi pemain Türkiye saat ini bahkan dinilai memiliki talenta yang lebih besar dibandingkan skuad semifinalis 2002 dan dipandang sebagai pesaing utama Amerika Serikat di Grup D.
Türkiye saat ini menempati peringkat ke-22 dunia versi FIFA dan akan menghadapi Australia (peringkat ke-27) pada 14 Juni, Paraguay (peringkat ke-40) pada 19 Juni, serta tuan rumah Amerika Serikat (peringkat ke-16) pada 25 Juni.
Hasil terkini Türkiye
Dengan satu laga uji coba tersisa melawan Venezuela pada 6 Juni, Türkiye memasuki Piala Dunia dengan modal kemenangan telak 4-0 atas Makedonia Utara.
Sebelum pertandingan tersebut, Bintang Bulan Sabit mencatat tujuh kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang dalam 10 pertandingan terakhir mereka, yang menunjukkan performa yang cukup konsisten.
Yang paling penting, Türkiye memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam laga persahabatan pada 7 Juni 2025. Dalam pertandingan itu, mereka sempat tertinggal sejak menit pertama sebelum bangkit lewat gol Arda Guler dan Kerem Akturkoglu.
Pelatih Vincenzo Montella biasanya menerapkan formasi 4-2-3-1 yang dapat berubah menjadi 4-3-3 saat menyerang.
Gaya bermain tim ini mengandalkan penguasaan bola untuk mengendalikan jalannya pertandingan sekaligus membatasi peluang lawan menguasai bola.
Türkiye juga memiliki fleksibilitas taktik yang memungkinkan mereka bertransisi dari bertahan ke menyerang sesuai karakter lawan yang dihadapi.
Bagi sang kapten Hakan Calhanoglu, timnya memiliki kualitas dan ambisi untuk menciptakan kejutan. Prinsip yang selalu ia pegang adalah melangkah "adım adım" atau selangkah demi selangkah, dimulai dengan lolos dari fase grup.
"Tidak ada yang tidak bisa dicapai tim ini. Kami sudah mencapai target pertama. Semoga kami juga dapat melakukan hal-hal besar di Piala Dunia," kata Calhanoglu dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Saat menanggapi persaingan di Grup D bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia, Calhanoglu menunjukkan optimisme.
"Kami berada di grup yang bagus di Piala Dunia. Pertama-tama, kami harus lolos dari fase grup, setelah itu baru kita lihat apa yang bisa terjadi. Saya selalu berpikir seperti itu," ujarnya.











