Pemerintah Indonesia mempertimbangkan langkah hukum setelah laporan penahanan sembilan warga negara Indonesia oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Di antara mereka terdapat empat jurnalis media nasional yang ikut meliput langsung pelayaran bantuan tersebut.
Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati, menyatakan armada Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza mulai dicegat Angkatan Laut Israel saat berlayar di Laut Mediterania. Armada tersebut terdiri dari puluhan kapal dengan sekitar 450 relawan dari berbagai negara.
“Kami mendapat informasi Angkatan Laut Zionis Israel mulai mengintersep laju kapal-kapal yang berlayar dalam misi menembus blokade,” ujar Maimon dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin malam.
Menurut GPCI, intersepsi pertama terjadi terhadap kapal Tabariyya atau Cactus pada Senin siang. Kondisi itu disebut sebagai status “Siaga 1” bagi seluruh peserta misi kemanusiaan.
Upaya perlindungan WNI
Misi Global Sumud Flotilla melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan Indonesia, termasuk Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, serta awak media dari Republika, iNews, dan Tempo.
Sembilan WNI yang dilaporkan berada dalam armada tersebut adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro; Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di kapal Josef; Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari SMART 171 di kapal Kasr-1; serta Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo yang berada di kapal Ozgurluk dan BoraLize.
Kementerian Luar Negeri RI mengecam tindakan intersepsi terhadap armada bantuan internasional tersebut dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awaknya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memantau situasi para WNI dan menyiapkan langkah perlindungan jika diperlukan.
Armada Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari Augusta, Sisilia, Italia, pada akhir April sebagai bagian dari misi internasional untuk menembus blokade Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.













