Pemerintah Indonesia mendorong percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar Eropa sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Uni Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).
“Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan, karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa,” ujar Airlangga dalam keterangan pers setelah rapat.
Airlangga menjelaskan, pemerintah saat ini menyiapkan kelengkapan dokumen IEU-CEPA dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya dibawa ke Parlemen Eropa. Setelah tahapan tersebut, Indonesia akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku di dalam negeri.
Pemerintah juga akan memperkuat komunikasi dengan Uni Eropa selama proses tersebut berlangsung. Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic direncanakan mengunjungi Indonesia.
Selain itu, pimpinan Uni Eropa juga direncanakan melakukan kunjungan ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026.
“Memang dalam IEU-CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” kata Airlangga.
Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat dilakukan pada semester kedua 2026 sehingga kesepakatan tersebut diharapkan mulai diterapkan pada awal 2027.
Penyelesaian IEU-CEPA diharapkan dapat memperluas peluang ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa serta meningkatkan kerja sama ekonomi dan investasi antara kedua pihak.




















