Indonesia mendorong perluasan kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan dengan membuka peluang di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal tersebut dalam Pertemuan Konsultasi Menteri Ekonomi ASEAN–Korea Selatan ke-23 di Pasay City, Filipina, pada Minggu (20/9). Ia juga mengapresiasi kerja Komite Bersama Peningkatan ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) dan badan sektoral terkait.
“Ada banyak sektor yang dapat kita kembangkan dan memiliki potensi besar. Salah satunya adalah ekonomi kreatif dan bagaimana sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Roro.
Indonesia mendukung target penyelesaian substansial negosiasi peningkatan AKFTA pada 2027 serta penyelesaian kerangka hukum perjanjian tersebut pada 2026. Pertemuan itu juga membahas perluasan kerja sama ekonomi ASEAN–Korea Selatan.
Dalam agenda tersebut, Roro didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha dan Direktur Perundingan ASEAN Nugraheni Prasetya Hastuti.
Di sisi lain, Indonesia mendorong penguatan ekosistem semikonduktor ASEAN melalui ASEAN Semiconductor Roadmap. Roro mengatakan peta jalan tersebut penting untuk meningkatkan daya saing kawasan dalam rantai pasok global.
Indonesia juga mendorong peningkatan keterlibatan akademisi dalam riset semikonduktor, pengembangan infrastruktur, serta penguatan rantai pasok mineral kritis. Roro turut menyerukan investasi yang saling melengkapi dan penyelarasan insentif antarnegara ASEAN guna membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi.
ASEAN Semiconductor Roadmap menjadi salah satu Prioritas Ekonomi Utama di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026. Indonesia juga mengapresiasi penyelesaian agenda prioritas “Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier of Financial Inclusion.”




























