PERANG GAZA
3 menit membaca
Israel terus serang armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza
Dengan melibatkan lebih dari 50 kapal, armada tersebut berlayar dari distrik Marmaris di Türkiye pada Kamis (14/5) dalam upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Israel terus serang armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza
Flotila Sumud Global melanjutkan perjalanan menuju Gaza. / Foto: AA.

Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel terus menyerang dan menaiki armada bantuan kemanusiaan mereka di perairan internasional saat konvoi bergerak menuju Gaza.

“Pencegatan masih berlangsung. Kapal militer IOF (pasukan pendudukan Israel) saat ini secara ilegal menaiki armada kami,” kata pihak flotilla dalam pernyataan pada Selasa.

“Kami dalam status siaga tinggi saat terus bergerak menuju Gaza. Kami menolak untuk diintimidasi.”

Penyelenggara juga mengatakan 10 kapal bantuan kemanusiaan berhasil “lolos dari 22 jam serangan Israel di perairan internasional” dan masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza.

“Kapal-kapal itu saat ini hanya berjarak 121 mil laut dari pantai Gaza,” bunyi pernyataan tersebut.

Menurut situs berita Israel Walla, militer Israel juga menahan sekitar 300 aktivis, berdasarkan keterangan sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya.

Walla menambahkan angkatan laut Israel belum mencegat seluruh kapal dalam armada tersebut dan beberapa kapal masih berada di laut.

Militer Israel melancarkan serangan terhadap armada bantuan kemanusiaan itu di perairan internasional pada Senin, yang memicu kecaman luas dari berbagai negara.

Dengan melibatkan lebih dari 50 kapal, armada tersebut berlayar dari distrik Marmaris di Türkiye pada Kamis sebagai upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Penyelenggara mengatakan misi itu diikuti 426 peserta, termasuk 96 aktivis Türkiye dan peserta dari 39 negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.

Sementara itu, Indonesia tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk membebaskan warga negaranya yang ditahan pasukan Israel setelah serangan terhadap armada Global Sumud yang menuju Gaza.

Ini bukan pertama kalinya insiden semacam itu terjadi terhadap armada flotilla.

Pada akhir April lalu, militer Israel menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, konvoi diikuti 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga Türkiye.

Pasukan Israel kemudian menyita 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis, sementara kapal lainnya melanjutkan perjalanan menuju wilayah perairan Yunani.

Pasukan Israel kemudian membebaskan para aktivis di perairan internasional, kecuali dua orang—aktivis asal Spanyol dan Brasil—yang dibawa ke pusat penahanan di Israel sebelum akhirnya dideportasi.

Sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, kini hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat buruk di Gaza. Situasi tersebut diperparah oleh genosida Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.700 orang dan melukai lebih dari 172.700 lainnya, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta memicu kelaparan parah.

Meski gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, Israel disebut tetap membatasi akses bantuan kemanusiaan dan melancarkan serangan harian yang menyebabkan 877 warga Palestina tewas dan 2.602 lainnya terluka, menurut otoritas setempat.

SUMBER:TRT World & Agencies