Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami tekanan pada awal pekan, di tengah meningkatnya volatilitas pasar global dan kekhawatiran jangka pendek dari pelaku investasi.
Pada perdagangan Senin (18/5), IHSG dibuka melemah di level 6.628,59, turun dari penutupan sebelumnya di 6.723,32. Bahkan, pada sesi perdagangan sempat terkoreksi hingga lebih dari 4 persen ke area 6.402,56.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau investor untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi fluktuasi pasar. Ia menilai tekanan yang terjadi lebih dipicu sentimen jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal, ia bahkan memperkirakan potensi rebound dalam satu hingga dua hari ke depan.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional masih dalam posisi yang solid dan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan serius. Pemerintah melalui bank-bank Himbara juga telah melakukan langkah stabilisasi di pasar obligasi untuk menjaga agar tekanan pasar tidak semakin dalam.
Ia menyebut langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah edan mencegah keluarnya investor asing akibat kekhawatiran penurunan harga obligasi.
Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam dengan pelemahan mencapai 320,76 poin atau setara 4,77 persen, hingga berada di level 6.402,56. Penurunan tercatat seiring meningkatnya volatilitas dan tekanan pasar yang terjadi sepanjang sesi perdagangan.
Meski pasar saham melemah, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi domestik masih berada dalam jalur pertumbuhan, sementara tekanan yang terjadi saat ini dinilai bersifat sementara dan lebih dipengaruhi faktor eksternal serta dinamika global.

















