Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal tanker MT Honour 25 dalam insiden pembajakan di perairan Hafun, Somalia, berada dalam kondisi aman.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan informasi terbaru yang diperoleh dari KBRI Nairobi menunjukkan seluruh awak Indonesia yang masih berada di kapal dalam keadaan baik.
Insiden pembajakan itu terjadi pada Selasa (22/4) di wilayah perairan sekitar Hafun. Sejak kejadian tersebut, Kedutaan Besar RI di Nairobi terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat di Somalia untuk memantau perkembangan situasi dan mendukung proses penanganan.
Menurut Kemlu, langkah yang saat ini diprioritaskan adalah koordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya guna memastikan keselamatan seluruh awak kapal, terutama empat ABK WNI yang menjadi bagian dari kru.
Kapal tanker tersebut diketahui membawa total 16 awak, terdiri dari empat warga Indonesia, 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu awak berkewarganegaraan India dan Myanmar. Kemlu menegaskan keselamatan para awak menjadi fokus utama dalam seluruh proses penanganan dan negosiasi yang sedang berlangsung.
Perlindungan awak kapal
Selain menangani kasus pembajakan ini, Kemlu memperkuat koordinasi dengan instansi terkait di dalam negeri, terutama dalam memperbarui data awak kapal Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, saat ini terdapat 321 ABK WNI yang bekerja di luar negeri. Jumlah itu terdiri dari 81 awak kapal nelayan, 188 awak kapal niaga, dan 44 awak kapal perikanan.
Kemlu juga kembali mengingatkan calon pekerja migran di sektor pelayaran agar menggunakan jalur resmi dan prosedur yang sah, sehingga perlindungan negara dapat dijalankan secara maksimal jika terjadi persoalan di luar negeri.
Sebelumnya, keluarga para korban telah meminta pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan keempat awak kapal yang disandera.













