PERANG GAZA
2 menit membaca
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama pembangunan pendidikan di Palestina
Kolaborasi ini menjadi tonggak awal kerja sama trilateral antara Indonesia dan Australia untuk Palestina. Ini adalah bagian dari upaya diplomasi Indonesia terhadap Palestina dalam pemulihan sektor yang terdampak konflik.
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama pembangunan pendidikan di Palestina
Dialog Trilateral Pendidikan antara Indonesia-Australia-Palestina. (Foto: Kemlu RI)

Indonesia bersama Australia memperkuat dukungan bagi pembangunan sektor pendidikan Palestina melalui sebuah forum trilateral yang melibatkan pejabat pendidikan dari Ramallah. 

Inisiatif ini diwujudkan dalam Dialog Trilateral Pendidikan yang diikuti 11 pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina, sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor yang terdampak konflik.

Dalam pernyataannya saat penutupan kegiatan pada 25 April 2026, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Rina Setyawati, menegaskan bahwa forum tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan Indonesia terhadap Palestina. 

“Dialog Trilateral Pendidikan ini merupakan wujud komitmen Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam membangun kembali sektor pendidikan yang terdampak konflik,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi tertulis.

Rina juga menyoroti bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak awal kerja sama trilateral antara Indonesia dan Australia untuk Palestina. Menurutnya, kemitraan kedua negara selama ini telah berkembang secara dinamis dalam berbagai program pembangunan, dan dialog pendidikan ini diharapkan menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan. 

“Kegiatan ini merupakan kerja sama trilateral pertama Indonesia-Australia untuk Palestina dan menjadi pelopor kolaborasi selanjutnya,” tambahnya.

TerkaitTRT Indonesia - Di Gaza, perang genosida Israel merampas makanan dan pendidikan dari anak-anak Palestina

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari pihak Palestina. 

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah Al-Sattari, menilai pembangunan sektor pendidikan sebagai elemen kunci, termasuk dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada generasi muda. 

Hal senada disampaikan Ketua Delegasi Palestina, Dr. Ihab Inayyem, yang mengaku terkesan dengan pendekatan pendidikan di Indonesia. “Saya sangat mengapresiasi Dialog Pendidikan ini dan terkesan dengan penerapan kurikulum berbasis nilai di sekolah dan universitas. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi landasan bagi kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.

Dari pihak Australia, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Gita Kamath, menekankan bahwa dialog ini merupakan implementasi komitmen tingkat menteri luar negeri kedua negara. 

Ia menyebut kerja sama tersebut mencerminkan dorongan bersama untuk memperkuat dukungan internasional bagi Palestina. 

“Hal ini mencerminkan tekad bersama kedua negara untuk membangun momentum menuju pengakuan yang lebih luas terhadap Negara Palestina serta mendukung Otoritas Palestina dalam memajukan prioritas reformasi pendidikannya,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dialog tidak hanya berlangsung dalam bentuk diskusi, tetapi juga mencakup kunjungan lapangan ke berbagai kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Lombok. 

Para peserta mempelajari praktik pengembangan kurikulum, mengunjungi institusi pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta berdialog dengan organisasi masyarakat sipil mengenai isu kerukunan beragama—sebuah aspek yang dinilai relevan dalam konteks pembangunan pendidikan Palestina ke depan.

TerkaitTRT Indonesia - Israel pampang bendera dan spanduk provokatif di RS Indonesia Gaza yang sudah hancur total
SUMBER:TRT Indonesia