Indonesia meningkatkan upaya memperdalam kerja sama investasi dengan Singapura melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi yang menyoroti sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi industri hingga transisi energi dan pengembangan teknologi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, bertemu dengan pimpinan Temasek Holdings di Jakarta pada 20 April.
Diskusi difokuskan pada peluang investasi di sektor hilirisasi, energi, serta pembangunan ekosistem teknologi dan infrastruktur guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pada hari yang sama, Rosan juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, di Singapura. Pembahasan menitikberatkan pada penguatan kolaborasi investasi di sektor prioritas, termasuk pengembangan kawasan industri berorientasi ekspor dan percepatan transisi energi.
Kedua pihak juga menekankan pentingnya memastikan realisasi investasi yang tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan bagi perekonomian, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Hubungan ekonomi kedua negara tercermin dari posisi Singapura sebagai investor terbesar di Indonesia. Sepanjang periode 2021–2025, nilai investasinya mencapai sekitar 75,5 miliar dolar AS dengan pertumbuhan rata-rata tahunan 16,7 persen.
Sektor industri logam menjadi kontributor terbesar, mencakup 25,2 persen dari total investasi, sejalan dengan agenda hilirisasi nasional.
Investasi tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja dalam skala besar, dengan lebih dari 819 ribu pekerja lokal terserap di berbagai wilayah. Selain Pulau Jawa, kawasan seperti Sulawesi dan Sumatra semakin menarik minat investor Singapura, mencerminkan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia.











