Pihak berwenang Malaysia telah melancarkan operasi penyelamatan dan bantuan setelah kebakaran besar melanda sebuah desa apung, membakar ratusan rumah.
Sekitar 1.000 dari sekitar 1.200 rumah hancur dalam kebakaran di Kampung Bahagia, sebuah desa apung di kota pesisir Sandakan pada hari Minggu, lapor kantor berita milik negara Bernama.
Lebih dari 9.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Area seluas lebih dari empat hektare terbakar, dengan kondisi air surut yang menghambat upaya mendapatkan pasokan air terbuka yang cukup untuk operasi pemadaman kebakaran, menurut kepala Stasiun Pemadam dan Penyelamat Sandakan, Jimmy Lagung.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan ia terkejut ketika mengetahui kebakaran itu, dengan pemerintah federal dan pemerintah negara bagian Sabah berkoordinasi untuk memberikan bantuan dasar dan akomodasi sementara bagi para korban.
Lagung mengatakan puluhan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi setelah stasiun menerima panggilan mengenai kebakaran pada pukul 01.32 pagi hari Minggu (1732GMT pada hari Sabtu).
Lokasi tersebut dinyatakan sebagai kawasan bencana pada pukul 04.00 pagi (2000GMT pada hari Sabtu).
Operasi pemadaman kebakaran selesai sekitar tengah hari Minggu, tanpa laporan adanya korban.
Walter Kenson, kepala Komite Manajemen Bencana Distrik Sandakan, sebelumnya mengatakan pemeriksaan desa menemukan rumah-rumah warga terdampak "tidak lagi aman untuk ditinggali".














