Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan telah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Antalya, kata Kementerian Luar Negeri Türkiye.
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial Türkiye NSosyal pada Kamis malam (16/4), kementerian mengatakan pertemuan itu berlangsung menjelang Antalya Diplomacy Forum, ketika Sharif berada di Türkiye untuk menghadiri pertemuan internasional tersebut.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang segera disampaikan mengenai isi pembicaraan.
Para pemimpin dunia dan pejabat pemerintah senior akan berkumpul di Türkiye dari 17 hingga 19 April untuk edisi kelima forum tersebut, sebuah pertemuan internasional besar di kota Mediterania selatan yang tahun ini fokus pada pengelolaan ketidakpastian global.
Forum tersebut, yang diselenggarakan di bawah naungan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan dihost oleh Kementerian Luar Negeri Türkiye, akan berpusat pada tema 'Memetakan Masa Depan, Mengelola Ketidakpastian,' menurut sumber diplomatik.
Menteri luar negeri Türkiye, Pakistan, Arab Saudi, dan Mesir dijadwalkan bertemu di sela-sela forum diplomasi di Antalya akhir pekan ini di tengah kemungkinan putaran kedua pembicaraan AS-Iran untuk mengakhiri perang.
Sharif berada di Antalya setelah mengunjungi Riyadh dan Doha dalam tur tiga negara, sementara Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, berada di Teheran untuk mengadakan pembicaraan yang berfokus pada pengaturan putaran negosiasi baru antara Iran dan AS.
Türkiye, anggota NATO dan tetangga Iran, telah menjalin kontak erat dengan AS, Iran, dan mediator Pakistan dan berulang kali menyerukan agar pertempuran dihentikan.
Pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut sedini mungkin akhir pekan mendatang, setelah negosiasi berakhir pada hari Minggu tanpa terobosan.
Iran dan Amerika Serikat tidak dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang Presiden AS Donald Trump luncurkan bersama Israel dengan serangan mendadak pada 28 Februari, yang memicu serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan menyalakan konflik paralel di Lebanon.













