DUNIA
2 menit membaca
Pertamina masih upayakan pembebasan dua tanker di Teluk Persia di tengah ketegangan AS-Iran
Pertamina mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kemlu terus dilakukan secara intensif. Pertamina memastikan komunikasi dengan awak kapal tetap terjaga untuk menjamin keselamatan kru.
Pertamina masih upayakan pembebasan dua tanker di Teluk Persia di tengah ketegangan AS-Iran
Dua kapal berada di kawasan Teluk, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, terus dipantau untuk memastikan kondisi aman dan terkendali. / Dok. Pertamina
2 jam yang lalu

PT Pertamina (Persero) masih berupaya membebaskan dua kapal tanker miliknya yang tertahan di kawasan Teluk Persia sejak awal Maret 2026, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Hingga kini, perusahaan energi pelat merah itu belum dapat memastikan kapan kedua kapal—Pertamina Pride dan Gamsunoro—dapat kembali melanjutkan pelayaran. Situasi di kawasan disebut masih sangat dinamis, seiring konflik geopolitik yang belum mereda.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

“Masih dengan posisi yang sama, kami terus berkoordinasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri,” ujar Arya saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/4).

TerkaitTRT Indonesia - Dua kapal Pertamina tertahan di Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemlu RI, Kedutaan Besar RI di Teheran, serta pihak lain yang terlibat dalam upaya pembebasan kedua kapal tersebut. “Terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan semua pihak untuk ini,” tambahnya.

Dari sisi operasional, Pertamina memastikan komunikasi dengan awak kapal tetap terjaga untuk menjamin keselamatan kru. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa perusahaan terus memantau kondisi lapangan secara ketat.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, juga berkomunikasi dengan pihak asuransi dan pemangku kepentingan lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Apabila situasi sudah memungkinkan, kapal tersebut diharapkan bisa segera melewati Selat Hormuz,” kata Baron.

Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan bahwa Iran telah memberikan respons positif atas permintaan agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman. Namun, proses lanjutan masih berjalan, terutama dalam aspek teknis dan operasional yang ditangani oleh perwakilan RI di Teheran.

TerkaitTRT Indonesia - Pertamina pastikan keselamatan pekerja, empat kapal dipantau ketat di Timur Tengah

Di tengah upaya diplomatik tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa kapal-kapal yang tertahan masih harus melalui tahap negosiasi dengan otoritas Iran. 

Ia mengindikasikan bahwa proses ini membutuhkan waktu, mengingat situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi