DUNIA
3 menit membaca
Presiden Erdogan sebut tatanan global di ‘ambang bahaya’, serukan diplomasi dan stabilitas
Mekanisme global yang bertugas melindungi hak asasi manusia dinilai tidak efektif, kata presiden Türkiye dalam Antalya Diplomacy Forum.
Presiden Erdogan sebut tatanan global di ‘ambang bahaya’, serukan diplomasi dan stabilitas
Erdogan menekankan pentingnya menjaga jalur diplomatik, dan mengatakan bahwa perselisihan tidak boleh diselesaikan melalui kekerasan. / Reuters
2 jam yang lalu

Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (17/4) bahwa dunia tengah menghadapi krisis yang semakin dalam, baik dari sisi kekuatan maupun arah, seraya memperingatkan bahwa sistem internasional telah mencapai “ambang yang serius dan berbahaya.”

Berbicara dalam upacara pembukaan Antalya Diplomacy Forum 2026, Erdogan menyebut mekanisme global yang seharusnya melindungi hak asasi manusia dan keamanan justru tidak efektif, bahkan terkadang bersikap acuh terhadap krisis besar.

Ia menggambarkan situasi saat ini sebagai “krisis moral dan eksistensial,” dengan menunjuk perkembangan di Gaza pasca peristiwa 7 Oktober sebagai bukti besarnya kerusakan yang terjadi.

“Membaca apa yang terjadi di Gaza hanya sebagai tragedi kemanusiaan tidaklah cukup,” kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa situasi tersebut menunjukkan keterbatasan tatanan internasional saat ini.

Ia juga mengkritik respons sistem global terhadap berbagai konflik di kawasan, yang menurutnya gagal dalam “ujian paling dasar kemanusiaan” di wilayah seperti Suriah, Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.

Seruan diplomasi, peluang gencatan senjata

Erdogan menekankan pentingnya menjaga jalur diplomasi, dengan menyatakan bahwa perselisihan tidak seharusnya diselesaikan melalui kekerasan.

“Seberapa pun dalamnya perbedaan, kita tidak boleh membiarkan kata-kata digantikan oleh senjata atau perundingan digantikan oleh konflik berdarah,” ujarnya.

Menyinggung ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, Erdogan mengatakan peluang yang tercipta dari gencatan senjata harus dimanfaatkan secara efektif untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan perlunya pendekatan yang mengedepankan rekonsiliasi, serta mengingatkan bahwa semua pihak harus tetap “siap dan waspada” terhadap upaya apa pun dari Israel yang berpotensi mengganggu proses negosiasi.

Menyoroti pentingnya Selat Hormuz secara strategis, Erdogan menegaskan bahwa akses ke laut terbuka bagi negara-negara Teluk tidak boleh dibatasi.

“Hal yang paling penting adalah memastikan kebebasan navigasi berdasarkan aturan yang berlaku serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran komersial,” katanya.

Prioritas kebijakan regional dan global

Terkait Suriah, Erdogan mengatakan bahwa penguatan stabilitas dan normalisasi di negara tetangga tersebut sangat penting bagi masa depan kawasan.

Ia kembali menegaskan kesiapan Türkiye untuk mendukung negosiasi langsung, termasuk kemungkinan pertemuan tingkat pemimpin, jika pihak-pihak dalam perang Rusia-Ukraina bersedia.

Erdogan juga menegaskan kembali komitmen Türkiye terhadap target keanggotaan Uni Eropa, sambil meminta blok tersebut mengatasi apa yang ia sebut sebagai “masalah arah” dan kembali pada visi pendiriannya.

Menanggapi ketegangan di Laut Aegea dan Mediterania Timur, ia mengatakan Türkiye ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai “wilayah stabilitas dan kemakmuran,” sembari menolak “pendekatan sepihak yang maksimalis” yang berupaya mengecualikan Ankara dan Republik Turki Siprus Utara.

Erdogan menambahkan bahwa Türkiye terus menjalankan kebijakan luar negeri yang damai di berbagai kawasan, sembari memperkuat aliansi yang ada, serta tetap terbuka untuk kerja sama dengan negara-negara tetangga melalui inisiatif seperti “Proyek Jalan Pembangunan” di sektor energi dan konektivitas.

SUMBER:AA