Sebuah helikopter yang sempat dilaporkan hilang kontak di Kalimantan Barat akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di wilayah Kabupaten Sekadau. Insiden ini menewaskan seluruh delapan orang yang berada di dalam pesawat tersebut, termasuk enam penumpang serta pilot dan kopilot.
Helikopter dengan registrasi PK-CDX itu sebelumnya lepas landas dari Kabupaten Melawi pada Kamis pagi, 16 April 2026, sekitar pukul 07.34 waktu setempat, dengan tujuan Kabupaten Kubu Raya. Namun, komunikasi terakhir dengan pesawat tercatat pada pukul 08.39 WIB, sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban selamat dalam kecelakaan ini. “Seluruh korban telah dipastikan meninggal dunia,” kata seorang pejabat kepolisian di Sekadau.
Lokasi jatuhnya helikopter kemudian berhasil diidentifikasi sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang. Tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan warga setempat segera dikerahkan ke titik tersebut.
Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, menjelaskan bahwa meskipun lokasi telah ditemukan, proses evakuasi masih berlangsung dan menghadapi berbagai hambatan.
“Untuk titik koordinat sudah ditemukan dan seluruh korban dinyatakan meninggal dunia. Namun proses evakuasi masih membutuhkan waktu karena kondisi puing dan medan di lokasi,” ujarnya pada Jumat (17/4) sebagaimana dikutip oleh TVRI News.
Menurut keterangan AKP Sugianto, sebagian jenazah telah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan helikopter dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Namun, sejumlah korban lainnya masih terjebak di antara puing badan pesawat yang hancur, sehingga memerlukan peralatan khusus untuk proses evakuasi.
Tim penyelamat juga menghadapi tantangan berupa medan yang sulit dijangkau serta jarak pandang yang terbatas di lokasi kejadian, yang memperlambat proses penanganan di lapangan.
Helikopter tersebut sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Kantor SAR Pontianak menerima laporan kehilangan kontak dari AirNav pada Kamis 16 April pukul 10.40 WIB, beberapa jam setelah komunikasi terakhir dengan pesawat terputus.











