DUNIA
2 menit membaca
Cadangan bahan bakar jet Eropa diperkirakan hanya cukup 6 minggu: IEA
Birol menggambarkan gambaran suram dampak global dari “krisis energi terbesar yang pernah dihadapi”.
Cadangan bahan bakar jet Eropa diperkirakan hanya cukup 6 minggu: IEA
Foto arsip: Pesawat dikandangkan di bandara Swiss pada 2019. / AP
2 jam yang lalu

Eropa hanya memiliki “mungkin sekitar 6 minggu bahan bakar jet tersisa”, kata kepala Badan Energi Internasional (IEA), sembari memperingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan “dalam waktu dekat” jika pasokan minyak tetap terhambat akibat perang Iran.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol pada Kamis menggambarkan dampak global yang suram dari apa yang ia sebut sebagai “krisis energi terbesar yang pernah kita hadapi”, yang berasal dari tersendatnya pasokan minyak, gas, dan kebutuhan vital lainnya melalui Selat Hormuz.

“Di masa lalu ada kelompok bernama ‘Dire Straits’, dan Eropa kini berada dalam situasi yang sangat sulit, dan ini akan berdampak besar pada ekonomi global. Semakin lama berlangsung, semakin buruk dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi di seluruh dunia,” ujarnya.

Dampaknya akan berupa “harga bensin yang lebih tinggi, harga gas yang lebih tinggi, dan harga listrik yang tinggi,” kata Birol kepada AP, seraya menambahkan bahwa beberapa wilayah di dunia akan “terdampak lebih parah dibanding yang lain”.

“Garis depan ada di negara-negara Asia” yang bergantung pada energi dari Timur Tengah, ujarnya, sembari menyebut Jepang, Korea, India, China, Pakistan, dan Bangladesh.

“Kemudian dampaknya akan sampai ke Eropa dan Amerika,” tambahnya, saat berbicara dari kantornya di Paris.

Jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, ia mengatakan bahwa di Eropa, “saya bisa katakan segera kita akan mendengar berita bahwa beberapa penerbangan dari kota A ke kota B mungkin dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet.”

AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara Washington dan Tehran di Pakistan pada akhir pekan lalu yang bertujuan mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, namun gagal menghasilkan kesepakatan.

SUMBER:TRT World & Agencies