DUNIA
3 menit membaca
Pakistan menandakan Iran akan hadiri perundingan kedua meskipun ketegangan dengan AS meningkat
Delegasi Iran diperkirakan akan tiba untuk pembicaraan yang banyak dipublikasikan pada hari Selasa, menurut sumber-sumber Pakistan.
Pakistan menandakan Iran akan hadiri perundingan kedua meskipun ketegangan dengan AS meningkat
Gencatan senjata rapuh dua minggu antara kedua belah pihak yang bertikai akan berakhir pada hari Rabu. / Reuters

Iran akan ikut serta dalam putaran kedua pembicaraan dengan AS di Islamabad meskipun terjadi permusuhan terbaru di Selat Hormuz, kata dua sumber Pakistan yang mengetahui proses mediasi kepada Anadolu pada hari Senin.

Delegasi Iran kemungkinan akan tiba di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Selasa, menurut para sumber tersebut, meskipun Teheran belum secara resmi mengonfirmasi partisipasinya dalam kemungkinan pembicaraan itu.

Teheran diperkirakan akan diwakili oleh delegasi yang sama yang berpartisipasi dalam putaran pertama pembicaraan awal bulan ini, dipimpin oleh Ketua Parlemen Bagher Qalibaf dan termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Delegasi AS, yang kemungkinan akan dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance, akan mencakup utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang diperkirakan akan tiba di Islamabad larut malam Senin atau Selasa, kata para sumber itu, yang menambahkan bahwa Vance mungkin mendarat secara terpisah.

Belum ada pernyataan resmi dari Washington mengenai jadwal kedatangan delegasi AS.

Setidaknya dua pesawat AS yang membawa “delegasi lanjutan” dan personel keamanan sudah mendarat di Islamabad pada hari Minggu, kata beberapa sumber Pakistan yang mengetahui perkembangan itu kepada Anadolu.

Islamabad kembali menjadi sorotan karena akan menjadi tuan rumah kemungkinan putaran kedua pembicaraan berisiko tinggi antara AS dan Iran dalam upaya mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan untuk konflik bersenjata di Timur Tengah yang telah berlangsung berminggu-minggu.

Dalam perkembangan terkait, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi pada hari Senin mengunjungi Kedutaan Besar AS di Islamabad untuk membahas langkah-langkah keamanan terkait pembicaraan yang akan datang, lapor Pakistan Television milik negara.

Gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara kedua pihak yang berperang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu.

Bersama dengan ibu kota, kota garnisun yang bersebelahan, Rawalpindi, juga berada dalam status penguncian keamanan, dengan lembaga pendidikan ditutup, dan ribuan personel keamanan dikerahkan untuk menjaga ketertiban selama pembicaraan profil tinggi yang akan datang.

Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tertinggi antara AS dan Iran pada 11-12 April, yang merupakan yang pertama sejak 1979 ketika mereka memutuskan hubungan diplomatik, namun pembicaraan itu tidak menghasilkan kesepakatan. Negosiasi yang disebut Pembicaraan Islamabad itu diadakan setelah Pakistan memediasi antara kedua pihak sejak perang dimulai pada 28 Februari dan berhasil mendapatkan gencatan senjata dua minggu yang mulai berlaku pada 8 April.

Tegangan yang sudah meningkat semakin memuncak pada hari Senin setelah AS menyita sebuah kapal Iran dan Teheran menutup kembali Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran tentang pembicaraan di Islamabad dan gangguan pada pasokan global. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan angkatan laut Amerika mencegat dan melumpuhkan sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, dengan Marinir AS kini menahan kapal tersebut.

Iran memperingatkan bahwa mereka akan melakukan pembalasan "segera" menyusul tindakan tersebut, yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan dan yang sebagian besar telah dipatuhi sejak diumumkan pada 7 April.

SUMBER:TRT World & Agencies