Hubungan bilateral Indonesia dan Australia kembali menunjukkan penguatan, menyusul komunikasi langsung via telepon antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa (21/4/2026).
Dalam pernyataannya, Albanese mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Prabowo tidak hanya mencakup isu bilateral dan dinamika kawasan, pembicaraan turut membahas konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan Indo-Pasifik.
Ia menekankan pentingnya kerja sama regional untuk memastikan kelancaran distribusi barang esensial serta memperkuat ketahanan rantai pasok energi ke depan.
“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung aliran barang-barang penting, serta membuat rantai pasok energi kita lebih tangguh di masa depan,” ujar Albanese dalam unggahan di X usai panggilan telepon tersebut.
Kerjasama pupuk
Salah satu poin utama yang disorot adalah kontribusi Indonesia dalam membantu memenuhi kebutuhan pupuk Australia.
Albanese secara khusus menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, menyebut langkah Indonesia sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas sektor pertanian Australia.
Ia juga menegaskan bahwa kedekatan hubungan kedua negara menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian global. “Hubungan kuat di kawasan kita kini semakin penting, dan kedua negara kita adalah sahabat terdekat,” katanya.
Dari pihak Indonesia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam percakapan tersebut, Albanese mengapresiasi persetujuan Presiden Prabowo terkait ekspor pupuk urea sebesar 250 ribu ton pada tahap awal ke Australia.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lebih luas pemerintah dalam memperluas pasar ekspor pupuk nasional.
Selain Australia, Indonesia tengah menjajaki pengiriman pupuk ke sejumlah negara lain, dengan total komitmen ekspor mencapai sekitar 1 juta ton. Pemerintah memastikan bahwa ekspor dilakukan secara terukur, dengan tetap menjaga ketersediaan dalam negeri.
Langkah tersebut mencerminkan upaya Indonesia memperkuat perannya dalam rantai pasok global, sekaligus memperdalam kemitraan strategis dengan negara-negara di kawasan.







