DUNIA
2 menit membaca
Indonesia kecam serangan terhadap pasukan UNIFIL Prancis di Lebanon
Pemerintah turut menyampaikan keprihatinan atas berulangnya serangan terhadap UNIFIL. Indonesia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.
Indonesia kecam serangan terhadap pasukan UNIFIL Prancis di Lebanon
Insiden mematikan tersebut terjadi di dekat Ghanduriyah, Lebanon selatan, ketika pasukan UNIFIL tengah melakukan pembersihan bahan peledak. / Reuters
2 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada Prancis menyusul tewasnya personel penjaga perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan pada Sabtu (18/4). Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Indonesia juga menyampaikan simpati kepada para korban luka dalam insiden tersebut.

Serangan yang terjadi di tengah berlangsungnya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari dinilai tidak dapat diterima. “Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” demikian pernyataan resmi pemerintah. 

Indonesia juga menekankan bahwa proses negosiasi yang sedang berjalan serta kesepakatan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya dan tidak boleh dirusak oleh aksi kekerasan yang berpotensi memperburuk situasi serta membahayakan personel di lapangan.

Pemerintah turut menyampaikan keprihatinan atas berulangnya serangan terhadap UNIFIL. Indonesia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata. 

Sebagai salah satu negara kontributor pasukan, Indonesia menyatakan solidaritas dengan Prancis dan negara-negara lain yang terlibat dalam misi UNIFIL. Pemerintah juga kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan terhadap personel PBB, sebagaimana dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB. 

Serangan terhadap UNIFIL

Insiden mematikan tersebut terjadi di dekat Ghanduriyah, Lebanon selatan, ketika pasukan UNIFIL tengah melakukan pembersihan bahan peledak untuk membuka akses menuju posisi PBB. Dalam serangan itu, satu prajurit Prancis tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan kesedihan mendalam atas insiden tersebut dan menyebut kelompok Hezbollah sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab, meski tuduhan itu dibantah oleh kelompok tersebut. Pihak UNIFIL sendiri menggambarkan situasi keamanan di wilayah tersebut sebagai sangat tidak stabil.

Indonesia sebelumnya juga mengalami korban dalam misi yang sama, dengan tiga personel UNIFIL meninggal dunia, serta delapan anggota TNI mengalami luka saat menjalankan tugas penjaga perdamaian di Lebanon selatan. 

Pemerintah Indonesia bahkan telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki seluruh insiden yang melibatkan UNIFIL. Indonesia kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan perdamaian dan kepatuhan terhadap hukum internasional untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

TerkaitTRT Indonesia - PBB ungkap hasil penyelidikan awal insiden yang tewaskan tiga prajurit TNI UNIFIL di Lebanon
SUMBER:TRT Indonesia