PERANG GAZA
2 menit membaca
Kontingen Indonesia bertolak ke Türkiye untuk bergabung dengan armada Global Sumud Flotilla 2.0
Perwakilan Indonesia akan bergabung dengan puluhan kapal lain dari berbagai negara dalam armada kemanusian untuk membuka blokade Gaza, armada yang disebut melibatkan lebih dari 80 kapal.
Kontingen Indonesia bertolak ke Türkiye untuk bergabung dengan armada Global Sumud Flotilla 2.0
Kontingen Indonesia bertolak ke Türkiye untuk bergabung dengan Global Sumud Flotilla 2.0 (Foto: Adara Relief International)

Sejumlah relawan Indonesia bertolak menuju Türkiye untuk bergabung dalam misi internasional Global Sumud Flotilla 2026 (GSF), sebuah inisiatif sipil global yang bertujuan menembus blokade Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Mengutip laporan Detikcom pagi ini (20/4), Tim Indonesia terdiri dari lima orang—Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto Sudarsono, Hendro Prasetyo, dan Asad Aras Muhammad—serta seorang jurnalis yang mendokumentasikan perjalanan tersebut. 

Kehadiran mereka akan bergabung dengan puluhan kapal lain dari berbagai negara dalam armada yang disebut melibatkan lebih dari 80 kapal.

Gerakan ini dimulai dari Barcelona pada 12 April, sebelum bergabung dengan armada lain dari Italia pada 26 April. Rute kemudian berlanjut ke Yunani dan Türkiye sebagai titik konsolidasi terakhir sebelum menuju perairan Gaza. 

Di Türkiye, para peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dijadwalkan berkumpul.

Global Sumud Flotilla tidak hanya diposisikan sebagai aksi distribusi bantuan, tetapi juga simbol tekanan sipil internasional terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.

Konvoi darat perkuat aksi

Selain jalur laut, upaya advokasi turut digelar melalui Kongres Parlemen di Brussel pada 22 April yang melibatkan anggota parlemen, aktivis, dan perwakilan masyarakat sipil lintas negara. Indonesia turut berpartisipasi dengan mengirimkan tokoh dari berbagai kalangan, termasuk ulama, akademisi, dan praktisi hukum.

Dukungan juga diperluas melalui konvoi darat yang direncanakan bergerak dari Mauritania menuju Libya pada awal Mei sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza. Peserta dari Indonesia dijadwalkan bergabung dalam rombongan tersebut bersama lebih dari 1.000 aktivis internasional.

Sejumlah aktivis juga melakukan aksi terhadap kapal kargo MSC Maya yang disebut tengah menuju pelabuhan Ashdod, Israel, sebagai bagian dari tekanan sipil terhadap jalur logistik yang dinilai berkaitan dengan blokade Gaza.

TerkaitTRT Indonesia - Israel cegat Flotila Global Sumud, aktivis laporkan gangguan komunikasi

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan tantangan serius di lapangan. 

Armada GSF dilaporkan dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Komunikasi dengan sejumlah kapal terputus, sementara media Israel menyebut beberapa kapal telah dihentikan.

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional terkait keselamatan para aktivis. 

Sejumlah pihak mendesak perlindungan bagi peserta misi serta menyerukan akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hukum internasional, sembari menegaskan pentingnya menjaga perhatian global terhadap krisis kemanusiaan di Gaza yang dinilai kian terpinggirkan.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi