Pemerintah Indonesia dan Türkiye mengambil langkah baru dalam memperdalam kerja sama di sektor ketenagakerjaan melalui pertemuan perdana Komisi Kerja Bersama tingkat kementerian yang digelar di Jakarta. Pertemuan yang digelar pada Jumat (24/7) ini mempertemukan Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Yassierli dengan Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Türkiye Vedat Isikhan, beserta delegasi kedua negara.
Dalam forum tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang tidak hanya bersifat historis, tetapi juga strategis di tingkat global. Isikhan menyoroti bahwa tahun ini menandai 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Türkiye, dengan akar sejarah yang bahkan telah terjalin sejak sekitar empat abad lalu.
“Sebagai dua mitra strategis dan negara penting di dunia Islam, hubungan kita memiliki arti tidak hanya secara bilateral, tetapi juga di tingkat regional dan global,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama erat kedua negara tercermin dalam berbagai forum multilateral seperti ILO, OKI, G20, dan MIKTA, serta peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis sejak 2011.

Kedekatan hubungan antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prabowo Subianto turut disebut sebagai faktor pendorong penguatan kolaborasi antar lembaga. Menurut Isikhan, intensitas komunikasi tingkat tinggi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ikut memperluas kerja sama, termasuk di bidang ketenagakerjaan dan jaminan sosial.
Pertemuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman kerja sama yang telah ditandatangani pada 2023. Kedua negara sebelumnya sepakat untuk menyusun rencana aksi guna mengimplementasikan kerja sama tersebut secara konkret, sebagaimana dibahas dalam pertemuan bilateral di Doha pada Oktober 2025.
Melalui pertemuan di Jakarta, kedua pihak resmi mengaktifkan Komisi Kerja Bersama sebagai mekanisme utama untuk mengawal implementasi kerja sama. Isikhan menilai forum ini penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan target bersama dapat tercapai.
“Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik di bidang ketenagakerjaan dan kebijakan pekerjaan sangatlah berharga bagi kedua negara,” kata Isikhan.
Sebagai hasil utama, kedua negara menyepakati dan mulai memberlakukan Rencana Aksi 2026–2027 yang mencakup berbagai bidang strategis. Kerja sama akan difokuskan pada kebijakan ketenagakerjaan, pasar kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, transformasi digital dunia kerja, hingga peningkatan layanan bagi kelompok rentan.
Selain itu, kolaborasi juga akan mencakup penguatan sistem kualifikasi nasional, peningkatan efektivitas pengawasan ketenagakerjaan, serta pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Isikhan menegaskan kesiapan Türkiye untuk berbagi pengalaman dengan Indonesia dalam berbagai aspek tersebut, seraya menyatakan optimisme bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga pekerja, pengusaha, dan masyarakat di kedua negara.
Usai pertemuan, Menteri Isikhan juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, guna membahas isu perlindungan tenaga kerja migran.






















