IKLIM
2 menit membaca
Deforestasi hutan Indonesia melonjak tajam pada 2025, sektor pangan dan energi jadi sorotan
Kelompok lingkungan Auriga Nusantara menyebut lonjakan ini “sangat memprihatinkan” dan mengingatkan bahwa tren tersebut mendekati level krisis seperti pada 2016.
Deforestasi hutan Indonesia melonjak tajam pada 2025, sektor pangan dan energi jadi sorotan
ARSIP: Proyek kawasan pangan pemerintah Indonesia untuk memproduksi bioetanol berbahan dasar tebu, beras, dan tanaman di Jagebob, Merauke, Papua. / AP
11 jam yang lalu

Deforestasi di Indonesia melonjak tajam pada 2025, meningkat 66 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir, menurut laporan kelompok lingkungan Auriga Nusantara. 

Total hutan yang hilang mencapai 433.751 hektar, naik dari 261.575 hektar pada 2024.

Ketua Auriga, Timer Manurung, menyebut lonjakan ini “sangat memprihatinkan” dan mengingatkan bahwa tren tersebut mendekati level krisis seperti pada 2016. 

Ia menilai program ketahanan pangan dan energi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pendorong utama, terutama karena pembukaan lahan di kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang dinilai tidak cocok untuk pertanian. 

“Mereka berjudi, mereka berspekulasi,” ujarnya.

Sepanjang 2025, pemerintah mengalokasikan 20,6 juta hektar kawasan hutan untuk program pangan, energi, dan air, dengan sebagian besar merupakan hutan alam. Selain itu, ekspansi bioenergi, perkebunan sawit, dan pertambangan juga mempercepat konversi hutan.

Menurut laporan tersebut, Kalimantan menjadi wilayah dengan laju kehilangan hutan tercepat pada 2025, disusul Sumatra dan Papua. Kalimantan Timur, yang juga menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia, tercatat sebagai provinsi paling terdampak.

Di Sumatra, tiga provinsi yang sebelumnya dilanda banjir dan longsor menunjukkan peningkatan deforestasi yang tajam. Aceh mencatat kenaikan hingga 426 persen, Sumatera Utara 281 persen, dan Sumatera Barat melonjak hingga 1.034 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Deforestasi menjadi topik yang hangat dibicarakan baru-baru ini oleh masyarakat akibat dampak nyatanya terutama setelah banjir dan longsor melanda 3 provinsi di Sumatera, bencana yang menewaskan lebih 1200 jiwa serta ratusan ribu warga lainnya mengungsi.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan memperkuat pengendalian deforestasi dan memastikan program strategis tidak mengabaikan perlindungan hutan.

SUMBER:Reuters, TRT Indonesia