ASIA
2 menit membaca
Indonesia-Malaysia sepakat perkuat kerja sama bilateral lewat JCBC
Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen memperkuat kerja sama di berbagai sektor melalui pertemuan JCBC ke-17 di Jakarta, termasuk di bidang ekonomi, perlindungan warga negara, serta stabilitas kawasan.
Indonesia-Malaysia sepakat perkuat kerja sama bilateral lewat JCBC
Indonesia Malaysia. / AP

Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang dalam Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-17 yang digelar di Jakarta, Kamis.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan forum JCBC menjadi momentum bagi kedua negara untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di masa depan.

"Indonesia dan Malaysia sepakat untuk terus memperkuat koordinasi guna meningkatkan kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor," ujar Sugiono dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan usai pertemuan di Kementerian Luar Negeri RI.

Menurut Sugiono, peningkatan hubungan ekonomi dan perlindungan warga negara menjadi salah satu isu yang dibahas oleh delegasi kedua negara. Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai posisi strategis dalam memperluas hubungan internasional, terutama terkait stabilitas kawasan dan upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan kerja sama demi kepentingan bersama, mengingat keduanya memiliki kedekatan sejarah, budaya, etnis, dan bahasa.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyambut kembali penyelenggaraan JCBC, mengingat pertemuan terakhir forum tersebut berlangsung pada 2018.

Menurut Hasan, JCBC tidak hanya menjadi sarana untuk menegaskan komitmen kerja sama kedua negara, tetapi juga menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai persoalan bilateral yang masih tersisa.

"Hubungan antarnegara bertetangga terkadang menghadapi sejumlah isu yang belum terselesaikan, dan kami berkomitmen untuk menanganinya," kata Hasan.

Ia menambahkan, pembahasan dalam kerangka JCBC diharapkan dapat menyelaraskan visi bersama Indonesia dan Malaysia serta memperkuat hubungan bilateral sebagaimana yang diharapkan para pemimpin kedua negara.

Penyelenggaraan JCBC ke-17 dilakukan setelah konsultasi bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Juli 2025.

TerkaitTRT Indonesia - 7 WNI tewas dalam kecelakaan kapal di perairan Malaysia, 7 masih hilang