Seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tantangan keamanan di ruang digital kian kompleks dan tak mengenal batas negara. Menanggapi dinamika tersebut, Indonesia mendorong penguatan kolaborasi strategis antara negara-negara anggota ASEAN dan Jepang guna merespons potensi ancaman siber lintas negara secara terkoordinasi.
Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, dalam Konferensi ke-3 ASEAN-Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Kamis (29/10).
Dalam forum regional tersebut, Nugroho menyoroti kemunculan Agentic AI—sistem otonom berteknologi tinggi yang mampu merencanakan, mengambil keputusan, hingga mengeksekusi perintah secara mandiri. Menurutnya, meski menjanjikan lompatan teknologi yang besar, inovasi ini membawa risiko keamanan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"AI tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan (shield), tetapi juga dapat menjadi sasaran serangan atau bahkan disalahgunakan sebagai instrumen untuk melancarkan serangan (weapon)," kata Nugroho dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara.
Guna mengantisipasi kerentanan tersebut, Indonesia mendesak para mitra di kawasan untuk melembagakan tata kelola AI yang tangguh, menerapkan arsitektur keamanan sejak tahap perancangan (Security by Design), serta memitigasi risiko secara proaktif untuk melindungi ekosistem digital bersama.
Lebih lanjut, Kepala BSSN memaparkan kerangka kerja strategis yang berfokus pada tiga pilar utama kerja sama: kolaborasi, kapasitas, dan konektivitas. Pilar-pilar ini dinilai menjadi fondasi krusial dalam meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat kapasitas SDM kawasan, serta mempererat koordinasi penanganan kejahatan siber.
"Ancaman siber tidak mengenal batas negara; ketahanan harus dibangun bersama," tegas Nugroho. "Oleh karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama untuk menciptakan ruang digital yang aman, terpercaya, dan tangguh."
Konferensi tahunan AJCCA sendiri merupakan wadah berkumpulnya para pemangku kepentingan keamanan siber, mulai dari lembaga pemerintah, asosiasi industri, akademisi, hingga praktisi dari seluruh negara anggota ASEAN dan Jepang.
Di sela-sela ajang tersebut, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dianugerahi penghargaan ACRA Award untuk kategori Outstanding Leadership. Penghargaan bergengsi tingkat kawasan ini diberikan atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam mendorong inisiatif inovatif serta memperkuat ekosistem keamanan siber, baik di tingkat nasional maupun regional.






















