Sebuah kasus baru yang diduga flu burung jenis H5 telah terdeteksi di Australia Barat. Kasus ini berpotensi menjadi deteksi suspek atau terkonfirmasi yang kelima di negara kangguru tersebut, demikian dilaporkan media lokal pada hari Jumat lalu.
Menurut laporan ABC News, kasus suspek terbaru ini melibatkan seekor burung petrel raksasa yang ditemukan di Pantai Roses, dekat Esperance.
Sampel dari burung tersebut kini telah dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut. Selain itu, satu kasus suspek lain yang ditemukan di dekat Dunsborough juga masih menunggu hasil tes keluar.
Tiga kasus terkonfirmasi sejauh ini
Australia sejauh ini telah mengonfirmasi tiga kasus flu burung H5 pada burung laut migran — dua kasus ditemukan di Australia Barat dan satu kasus di Australia Selatan, sementara dua kasus tambahan lainnya masih dalam proses penyelidikan di Australia Barat.
Menteri Pertanian Australia Barat, Jackie Jarvis, menyatakan bahwa saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus tersebut telah menyebar ke satwa liar lokal maupun ke peternakan unggas.
"Belum ada deteksi pada unggas, dan sejauh ini tidak ada laporan mengenai kematian massal dalam skala besar," ujar Jarvis.
Dari lima ekor burung petrel raksasa yang dilaporkan berada di Pantai Roses, hanya satu ekor yang menunjukkan hasil suspek positif, sementara empat ekor lainnya dinyatakan negatif, jelas pihak berwenang.
Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa belum ada bukti adanya penularan penyakit tersebut di wilayah daratan utama Australia.












