KONFLIK ISRAEL-IRAN
3 menit membaca
Minyak & saham turun saat pelaku pasar nilai peluang perpanjang gencatan senjata AS–Iran
Nasib pembicaraan perdamaian di Islamabad masih menggantung, dengan seorang pejabat Gedung Putih mengatakan JD Vance tidak akan berangkat pada Selasa seperti yang direncanakan sebelumnya, menunggu pengajuan proposal Iran.
Minyak & saham turun saat pelaku pasar nilai peluang  perpanjang gencatan senjata AS–Iran
Donald Trump menuduh Teheran melanggar gencatan senjata dengan mengganggu kapal-kapal di jalur perairan. / Reuters

Harga minyak turun seiring dengan melemahnya bursa saham pada Rabu (22/4), ketika investor menilai peluang perundingan damai AS–Iran setelah Donald Trump pada menit terakhir memperpanjang gencatan senjata, namun tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz.

Dengan gencatan senjata dua minggu yang memasuki jam-jam terakhir, presiden AS itu mengatakan akan menunda tenggat waktu tanpa batas setelah permintaan dari mediator Pakistan, sembari menekankan perlunya memberi waktu bagi kepemimpinan Iran yang disebutnya “terpecah” untuk menyusun proposal.

Sebelumnya, ia sempat menyatakan tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan mengancam akan melanjutkan pengeboman terhadap republik Islam tersebut setelah masa berlaku habis.

“Saya telah… menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam semua hal lainnya, tetap siap dan siaga, dan karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka (Iran) diajukan,” tulis Trump di media sosial.

Keputusan untuk tidak melancarkan serangan baru ke Iran, namun tetap mencegah kapal-kapalnya melintasi Selat Hormuz — titik perselisihan utama antara kedua pihak — membuat pelaku pasar menunggu perkembangan yang lebih jelas.

Masa depan pembicaraan damai di Islamabad kembali menjadi tanda tanya, dengan seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Wakil Presiden JD Vance tidak akan melakukan perjalanan pada hari Selasa seperti yang direncanakan sebelumnya, sambil menunggu pengajuan proposal Iran.

Teheran menyatakan tidak akan hadir karena apa yang disebutnya sebagai tuntutan AS yang tidak masuk akal, sementara kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan tidak ada prospek pejabat akan berangkat dalam waktu dekat.

Christopher Wong, analis strategi di Oversea-Chinese Banking Corp, mengatakan: “AS dan Iran mungkin sedang berupaya memperkuat posisi tawar dan memainkan permainan siapa yang akan berkedip lebih dulu.”

“Apapun hasilnya, ketidakpastian di masa transisi ini bisa menekan selera risiko, tetapi ketika salah satu pihak mengalah, aset berisiko bisa menguat,” tambahnya.

Kedua kontrak utama minyak melemah, meski sempat berfluktuasi pada perdagangan awal, setelah naik sekitar tiga persen pada Selasa.

Pasar saham juga mayoritas berada di zona merah setelah hari negatif lainnya di Wall Street.

Hong Kong, Sydney, Singapura, Seoul, dan Wellington melemah, sementara Shanghai bergerak datar. Tokyo, Taipei, dan Wellington justru menguat.

Para pelaku pasar masih kesulitan menemukan arah pekan ini setelah Teheran pada Jumat mengatakan akan mengizinkan kapal melintas di Selat Hormuz — yang sebelumnya praktis ditutup sejak perang dimulai pada 28 Februari — sebelum kemudian menarik kembali pernyataan tersebut sehari kemudian, dengan alasan blokade AS dan penyitaan kapal.

Donald Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan mengganggu kapal-kapal di jalur perairan tersebut, yang merupakan jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Perkembangan ini membuat harga minyak bergejolak tajam, meski masih bertahan di bawah level US$100, sementara pasar saham relatif lebih stabil karena optimisme bahwa kedua pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik tujuh minggu yang telah mengguncang ekonomi global.

“Dengan pasar yang melonjak karena optimisme perang akan segera berakhir dan Selat Hormuz akan dibuka, kini pasar menjadi lebih berhati-hati,” tulis analis FOREX.com, Fawad Razaqzada.

“Jika tidak ada kesepakatan, saya memperkirakan harga minyak bisa kembali naik di atas US$100, yang kemungkinan akan memberi tekanan pada pasar saham.”

Investor juga mencermati sidang konfirmasi senator terhadap Kevin Warsh, pilihan Trump untuk menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir bulan depan.

Warsh menegaskan tidak akan berada di bawah kendali presiden saat menjawab pertanyaan terkait aset dan independensi bank sentral dalam sidang tersebut.

Mantan gubernur The Fed itu menekankan komitmennya untuk “memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan moneter tetap sepenuhnya independen.”

Trump, sejak kembali menjabat tahun lalu, telah mengkritik keras Powell karena dinilai tidak cukup agresif memangkas suku bunga, dan kepada CNBC pada Selasa mengatakan akan kecewa jika ketua baru tidak segera menurunkan biaya pinjaman.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Vance mengatakan bom nuklir Iran bisa menjadi 'domino pertama' dalam perlombaan senjata atom global
Kepala badan nuklir PBB peringatkan risiko radiasi serius usai serangan drone di fasilitas UEA
Inflasi AS sentuh level tertinggi dalam tiga tahun, perang Iran dan blokade Hormuz jadi pemicu
Pentagon sebut perang AS melawan Iran telah menelan biaya 29 miliar dolar AS
Korea Selatan akan ikut pertemuan keamanan Selat Hormuz usai serangan kapal kargo
Netanyahu peringatkan perang melawan Iran 'belum selesai' selama material nuklir masih ada
Iran masih kaji proposal AS yang disampaikan lewat Pakistan
Iran sebut rencana AS di Selat Hormuz sebagai pelanggaran gencatan senjata
Poin-poin penting kesaksian kongres pertama Pete Hegseth sejak perang Iran dimulai
5 hal yang perlu diketahui tentang KTT GCC di Jeddah
Harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran intensifikasi blokade ganda Iran-AS di Selat Hormuz
UEA keluar dari OPEC saat harga minyak melonjak di tengah kebuntuan AS-Iran
Di balik meja perundingan Iran: mengapa Israel masih di luar proses negosiasi?
Israel kembali lakukan serangan ke Lebanon meski gencatan senjata diperpanjang
Biaya Terusan Panama melonjak hingga $4 juta saat gangguan di Hormuz membentuk kembali rute pelayaran global
AS ancam sanksi terhadap fasilitator perdagangan Iran
Iran peringatkan balasan lebih kuat jika kembali diserang
Ikatan yang tak terputus itu kini justru memecah Timur Tengah
Kuwait terapkan force majeure pada ekspor minyak saat blokade Hormuz berdampak
Vance dan delegasi AS dijadwalkan tiba di Islamabad bahas Iran: Trump