DUNIA
2 menit membaca
AS tetap terbuka untuk solusi yang dinegosiasikan dengan Iran, kata Rubio kepada ASEAN
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa preferensi Washington tetap pada keterlibatan konstruktif, dengan syarat bahwa setiap komitmen yang dicapai melalui diplomasi dihormati.
AS tetap terbuka untuk solusi yang dinegosiasikan dengan Iran, kata Rubio kepada ASEAN
"Masalah yang kami hadapi saat ini adalah mereka tidak serius dalam pembicaraan," kata Rubio. / AP

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah mengatakan bahwa Washington tetap bersedia mengejar solusi diplomatik dengan Iran, menekankan bahwa AS terbuka untuk penyelesaian yang dinegosiasikan untuk menyelesaikan perbedaan.

"Amerika Serikat selalu berkomitmen pada diplomasi. Kami berpikiran terbuka dan selalu bersedia terlibat dalam penyelesaian perbedaan melalui negosiasi, dan itu tetap berlaku dalam kasus Iran," kata Rubio pada Rabu di sebuah pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di ibu kota Filipina, Manila.

Ia menambahkan bahwa Iran telah berkomunikasi dengan Washington baik "secara langsung maupun tidak langsung" mengenai kemungkinan pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan ketegangan yang sedang berlangsung.

"Masalah yang kami hadapi sekarang adalah mereka tidak sungguh-sungguh mengenai pembicaraan."

"Jika mereka serius, kami serius. Jika tidak, maka kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan juga kepentingan sekutu kami," tambahnya.

'Preseden berbahaya'

Rubio menegaskan kembali bahwa preferensi Washington tetap keterlibatan yang konstruktif, asalkan setiap komitmen yang dicapai melalui diplomasi dihormati.

"Amerika Serikat tetap terbuka dan bersedia terlibat dalam negosiasi dan pembicaraan yang positif serta konstruktif, selama komitmen yang dibuat dipenuhi. Ketika komitmen tersebut tidak dipenuhi, yang terjadi dalam kasus ini, maka akan ada konsekuensi, dan itu harus terjadi," ujarnya.

Rubio juga mengatakan bahwa pengendalian Iran atas Selat Hormuz akan menetapkan preseden berbahaya dengan dampak di luar Timur Tengah.

"Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah di mana sebuah negara-bangsa dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur perairan internasional, memungut tol, dan meledakkan kapal Anda jika Anda tidak membayar, kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya yang akan terulang di bagian lain dunia, termasuk wilayah ini," katanya.

SUMBER:TRT World & Agencies