INDONESIA
2 menit membaca
Ledakan dahsyat guncang perumahan di Medan, satu tewas dan dua korban masih dicari
Ledakan tersebut menyebabkan rumah utama mengalami kerusakan berat dan berdampak pada sejumlah bangunan serta kendaraan di sekitar lokasi. Hingga kini, proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.
Ledakan dahsyat guncang perumahan di Medan, satu tewas dan dua korban masih dicari
Operasi pencarian dilakukan melalui tiga unit Search and Rescue Unit dengan dukungan drone thermal, peralatan ekstrikasi, dan kendaraan penyelamat. /

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang diduga tertimbun reruntuhan setelah ledakan besar menghancurkan sebuah rumah tiga lantai di kompleks Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7).

Kepala Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan sekitar 300 hingga 400 personel dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Tim juga menggunakan tiga ekskavator dan satu crane untuk membuka akses ke lokasi pencarian yang difokuskan di lantai dua bangunan.

"Tim SAR gabungan berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk mendukung proses evakuasi," ujar Hery, pada Selasa (21/7).

Operasi pencarian dilakukan melalui tiga unit Search and Rescue Unit (SRU) dengan dukungan drone thermal, peralatan ekstrikasi, kendaraan penyelamat, serta perlengkapan medis dan komunikasi.

Data sementara menunjukkan tujuh orang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Empat orang berhasil diselamatkan, satu korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia. Polisi sebelumnya menduga insiden tersebut berkaitan dengan kebocoran pipa gas bawah tanah, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi kebocoran dari jaringan pipa gas tanam.

Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyatakan hasil pemeriksaan timnya tidak menemukan kandungan gas metana di area kejadian. Area Head PGN Medan Agus Kurniawan mengatakan pemeriksaan pada lantai satu dan dua rumah tersebut menunjukkan angka 0 ppm.

PGN menegaskan masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang dan telah menurunkan tim teknis untuk mengamankan lokasi serta memeriksa kondisi jaringan pipa gas.

Ledakan tersebut menyebabkan rumah utama mengalami kerusakan berat dan berdampak pada sejumlah bangunan serta kendaraan di sekitar lokasi. Hingga kini, proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi