BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Astronaut Artemis cetak rekor perjalanan manusia terjauh di luar angkasa
Astronaut dalam misi Artemis II mencapai sisi jauh Bulan dan mencetak rekor baru sebagai manusia yang menempuh jarak terjauh dari Bumi.
Astronaut Artemis cetak rekor perjalanan manusia terjauh di luar angkasa
Spesialis misi Artemis II dan astronaut CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen menikmati bercukur di dalam pesawat ruang angkasa Orion. / Reuters
9 jam yang lalu

Empat astronaut dalam misi terbang lintas Bulan milik NASA mencatat sejarah sebagai manusia yang melakukan perjalanan paling jauh dari Bumi. Mereka juga bersiap menyaksikan wilayah Bulan yang belum pernah terlihat langsung oleh mata manusia.

Tim Artemis II pada Senin memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13 pada 1970. Rekor tersebut diperkirakan akan terlampaui sejauh sekitar 4.105 mil (6.606 kilometer) ketika mereka mencapai titik terjauh dari Bumi dalam misi ini—yakni 252.760 mil (406.778 kilometer)—pada hari yang sama.

Awak Artemis II, yang telah berada di kapsul Orion sejak diluncurkan dari Florida pekan lalu, terbangun sekitar pukul 10.50 waktu setempat pada hari keenam penerbangan. Mereka disambut pesan rekaman dari mendiang astronaut Apollo 8 dan 13, Jim Lovell.

“Selamat datang di lingkungan lama saya,” ujar Lovell, yang meninggal dunia tahun lalu di usia 97 tahun. “Ini hari bersejarah. Saya tahu kalian akan sibuk, tapi jangan lupa menikmati pemandangannya... semoga sukses.”

Astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, bersama astronaut Kanada Jeremy Hansen, dijadwalkan mencapai jarak maksimum dari Bumi sekitar pukul 19.07 waktu setempat (2307 GMT). Jarak tersebut sekitar 252.760 mil—atau 4.105 mil (6.606 km) lebih jauh dari rekor yang bertahan selama 56 tahun sejak era Apollo 13.

Menjelang pencapaian rekor itu, mereka akan melintasi sisi jauh Bulan. Dari ketinggian sekitar 4.000 mil di atas permukaan yang gelap, para astronaut akan melihat Bumi tampak kecil di kejauhan, seukuran bola basket.

Momen ini menjadi puncak dari misi Artemis II yang berlangsung hampir 10 hari, sekaligus uji coba berawak pertama dalam program Artemis milik NASA.

Program bernilai miliaran dolar ini bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan pada 2028, sekaligus membangun kehadiran jangka panjang Amerika Serikat di sana dalam dekade mendatang. Rencananya, pangkalan Bulan juga akan dikembangkan sebagai pijakan untuk misi masa depan ke Mars.

Manuver lintas Bulan yang dimulai pukul 14.34 waktu setempat (1834 GMT) akan membawa kru memasuki area gelap dan mengalami gangguan komunikasi singkat. Hal ini terjadi karena posisi mereka terhalang Bulan dari jaringan Deep Space Network milik NASA, sistem antena radio global yang digunakan untuk berkomunikasi dengan awak.

Selama sekitar enam jam manuver berlangsung, para astronaut akan menggunakan kamera profesional untuk memotret Bulan dari jendela Orion. Gambar yang dihasilkan diharapkan memberikan sudut pandang langka dan bernilai ilmiah, termasuk cahaya matahari yang terlihat menyinari tepi Bulan.

Kru juga berkesempatan mengabadikan momen langka ketika Bumi tampak “terbit” dan “terbenam” di cakrawala Bulan saat mereka mengelilinginya—sebuah fenomena kebalikan dari pemandangan bulan terbit yang biasa terlihat dari Bumi.

Sementara itu, puluhan ilmuwan Bulan yang berada di ruang Science Evaluation Room di Johnson Space Centre milik NASA di Houston akan mencatat setiap pengamatan secara langsung. Para astronaut, yang telah mempelajari berbagai fenomena Bulan selama pelatihan, akan mendeskripsikan apa yang mereka lihat secara real-time.

TerkaitTRT Indonesia - Para astronot Artemis bersiap untuk terbang melewati Bulan dalam misi bersejarah
SUMBER:TRT World & Agencies