IHSG memulai perdagangan Selasa (7/4/2026) dengan reli tipis, naik 12 poin atau 0,17% ke level 7.001, sebelum turun ke wilayah negatif hanya lima menit setelah pembukaan. Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif antara 6.978 hingga 7.015.
Aktivitas perdagangan tetap tinggi, dengan volume mencapai 2,1 miliar saham dan nilai transaksi Rp 1 triliun (sekitar 58 juta dolar AS) dari lebih 156.000 transaksi. Dari seluruh saham, 302 mencatat kenaikan, 198 turun, dan 186 stagnan.
Konflik Iran dan tekanan harga energi
Sentimen global terus dipengaruhi konflik AS–Iran yang memasuki minggu keenam, di mana upaya diplomasi belum menunjukkan hasil. Iran menolak usulan gencatan senjata sementara dan menuntut penghentian perang permanen disertai jaminan keamanan regional, kompensasi, serta pengaturan baru untuk Selat Hormuz.
Di dalam negeri, meski harga minyak mentah global melonjak, pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap dipertahankan hingga akhir 2026. “Berdasarkan perhitungan, anggaran negara masih cukup kuat untuk menanggung subsidi, dengan asumsi harga minyak mentah rata-rata hingga 100 dolar AS per barel,” kata Phintraco Sekuritas.

Namun, setiap kenaikan 1 dolar AS dalam harga minyak berpotensi menambah kebutuhan subsidi sebesar Rp 6,8 triliun. Untuk menjaga defisit anggaran di 2,92% PDB tanpa mengurangi Sisa Anggaran Lebih (SAL), Kementerian Keuangan merencanakan pemotongan belanja di kementerian dan lembaga yang kurang efisien. Saat ini, pemerintah memiliki SAL Rp 420 triliun, termasuk Rp 200 triliun ditempatkan di sistem perbankan sebagai bantalan fiskal.
Phintraco memproyeksikan IHSG bergerak sideways dalam kisaran 6.900–7.100 hari ini. Sementara itu, harga avtur di Indonesia melonjak hingga 72,45% secara bulanan pada April 2026, tercatat di bandara besar seperti CGK, SUB, DPS, KNO, dan UPG.
Klasifikasi pasar dan sentimen global
FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam review Februari 2026, meredakan kekhawatiran downgrade sebelumnya. Menurut Kiwoom Sekuritas Indonesia, keputusan ini lebih berdampak pada sentimen ketimbang komposisi indeks. Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan reformasi pasar modal seperti pengungkapan kepemilikan di atas 1%, publikasi daftar konsentrasi saham tinggi, dan peningkatan free float minimum menjadi 15%.
Di pasar global, saham AS ditutup menguat di tengah perdagangan berhati-hati menjelang tenggat waktu Presiden Donald Trump terkait potensi aksi militer terhadap Iran. S&P 500 naik 0,4%, Dow Jones bertambah 165 poin (0,4%), dan Nasdaq naik 0,5%. Harga minyak juga meningkat seiring ketidakpastian pasokan energi akibat konflik.
Iran menegaskan menolak gencatan senjata sementara. “Kami hanya menerima penghentian perang dengan jaminan tidak diserang lagi,” kata Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo. Trump memperingatkan tenggat waktu Selasa pukul 20.00 ET bisa menjadi final.
Di Asia, pasar dibuka menguat: Nikkei Jepang naik 0,46% ke 53.657, Kospi Korea Selatan naik 1,25% ke 5.518, Shanghai Composite China naik tipis 0,18% ke 3.887, sementara Hang Seng Hong Kong libur nasional.













