Sebuah spanduk bertuliskan pesan simbolik disertai bendera Israel terlihat terpasang di atas kompleks Rumah Sakit Indonesia di wilayah Jabalia, Gaza utara, memicu perhatian luas di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk.
Mengutip laporan kantor berita Middle East Eye (MEE) pada Rabu pagi (22/4), Gambar spanduk tersebut mulai beredar di berbagai kanal media sosial, termasuk Telegram, sejak awal pekan ini.
Salah satu kanal Telegram Israel menyebut pemasangan itu dilakukan oleh unit militer tertentu.
“Batalyon 9208 dari Brigade Negev sedang bersiap untuk Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan di Rumah Sakit Indonesia, Jabalia,” tulis kanal tersebut dikutip oleh MEE, merujuk pada peringatan nasional Israel yang berlangsung dari Selasa hingga Rabu.
Tulisan pada spanduk itu berbunyi, “Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa, dan seperti singa mengangkat dirinya,” yang diyakini merujuk pada ayat dalam Taurat. Frasa tersebut juga diketahui menjadi inspirasi nama sandi operasi militer Israel dalam konflik dengan Iran pada 2025, yakni “Singa yang Bangkit”.

Keberadaan simbol militer di fasilitas kesehatan ini menjadi sorotan mengingat Rumah Sakit Indonesia yang dulunya merupakan jalur layanan medis utama bagi ratusan ribu penduduk di Gaza utara, sudah tidak lagi beroperasi.
RS tersebut berulang kali menjadi target serangan sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023. Setelah sempat dikepung dan dikuasai pasukan Israel pada November tahun yang sama, rumah sakit ini kembali dibuka pada Juni 2024 sebagai satu-satunya layanan medis yang masih berfungsi di Gaza utara. Namun, serangan lanjutan pada 2025 kembali memaksa penutupan total.
Kondisi ini mencerminkan tekanan besar yang dialami sektor kesehatan di Gaza.
Blokade yang berlangsung membuat pasokan alat medis terbatas, sekaligus menghambat masuknya tenaga medis seperti ahli bedah, sehingga memperparah krisis yang telah terjadi selama berbulan-bulan.
Data dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sejak Oktober 2023 sedikitnya 72.560 warga Palestina tewas dalam konflik tersebut, dengan lebih dari 21.000 korban merupakan anak-anak.
Bahkan setelah gencatan senjata tahun lalu, kekerasan masih berlanjut dengan sedikitnya 784 korban jiwa tambahan.
Pemasangan spanduk tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Israel yang ke-78, menandai deklarasi negara itu pada 1948. Peristiwa tersebut dikenal oleh warga Palestina sebagai Nakba, yang merujuk pada pengusiran lebih dari 750.000 orang dari tanah mereka—sebuah konteks historis yang terus membayangi dinamika konflik hingga kini.









