BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia tolak pinjaman IMF dan Bank Dunia, target pertumbuhan hingga 6 persen
Penerimaan negara menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan pajak mencapai 30 persen dalam dua bulan pertama 2026. Pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk mengatasi tekanan lonjakan harga energi global.
Indonesia tolak pinjaman IMF dan Bank Dunia, target pertumbuhan hingga 6 persen
Menteri Keuangan menyampaikan Indonesia mendapat apresiasi dari IMF sebagai salah pendorong utama dalam ekonomi global. / Dok. Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur yang terfokus, disiplin fiskal, serta peran besar sektor swasta.

Pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 7–8 persen dalam jangka panjang. Untuk mencapainya, pemerintah mengandalkan kombinasi kebijakan fiskal yang hati-hati dan peningkatan kontribusi sektor swasta yang selama ini menyumbang sekitar 90 persen aktivitas ekonomi nasional.

“Jadi kebijakan pemerintah akan kita arahkan juga untuk menghidupkan atau membuat private sector tumbuh dan bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan ke pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan, meski dunia menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta suku bunga global yang tinggi, kinerja ekonomi Indonesia tetap stabil. Pertumbuhan masih bertahan di kisaran 5 persen dengan inflasi yang terkendali.

Dari sisi fiskal, pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang sekitar 40 persen. Penerimaan negara juga menunjukkan tren positif. Dalam dua bulan pertama 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh hingga 30 persen. 

Tolak pinjaman IMF dan Bank Dunia

Dalam kesempatan terpisah, Purbaya juga mengungkapkan bahwa pemerintah menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia senilai sekitar $20 miliar hingga $30 miliar.

Tawaran tersebut disampaikan dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Washington D.C. pada 13–17 April 2026, yang ditujukan untuk membantu negara-negara menghadapi ketidakpastian global.

Menurut Purbaya, Indonesia belum memerlukan tambahan pembiayaan eksternal karena kondisi fiskal masih kuat. Pemerintah memiliki cadangan sekitar $25 miliar, setara dengan sekitar Rp420 triliun, yang berasal dari SAL.

“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir $25 miliar,” katanya menurut kantor berita Antara.

Kemenkeu juga menyampaikan bahwa Indonesia mendapat apresiasi dari IMF sebagai salah satu pendorong utama dalam ekonomi global berkat kebijakan yang dinilai kredibel. Pemerintah tetap optimistis ekonomi nasional mampu tumbuh di kisaran 5,4 hingga 6 persen pada 2026, meskipun ketidakpastian global masih berlangsung.

TerkaitTRT Indonesia - Ekonomi global melambat, IMF proyeksi pertumbuhan Indonesia turun ke angka 5 persen
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi