ASIA
2 menit membaca
Prabowo terima Presiden Timor Leste, bahas kerja sama strategis dan kolaborasi riset peraih Nobel
Pertemuan tersebut juga menegaskan kebijakan Good Neighbor Policy Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga, termasuk melalui kerja sama sains dan teknologi bersama negara-negara ASEAN.
Prabowo terima Presiden Timor Leste, bahas kerja sama strategis dan kolaborasi riset peraih Nobel
Presiden Prabowo bertemu Presiden Ramos-Horta dan sekitar 20 peraih Nobel di Istana Merdeka. / BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta bersama sekitar 20 peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8). Pertemuan membahas penguatan hubungan Indonesia-Timor-Leste serta peluang kolaborasi di bidang riset, pendidikan tinggi, lingkungan, sains, dan inovasi.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Prabowo mendorong para peraih Nobel untuk bekerja sama dengan peneliti dan akademisi Indonesia untuk memperkuat talenta serta ekosistem riset nasional. Presiden berharap kolaborasi tersebut dapat segera diwujudkan.

Arif menyebut BRIN sebelumnya telah bekerja sama dengan peraih Nobel Kimia asal Jepang, Susumu Kitagawa, melalui pembangunan sister lab di Indonesia. Laboratorium tersebut mengembangkan teknologi Metal-Organic Framework untuk menghasilkan gas alam dengan tekanan lebih rendah.

“Karena sangat penting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi, kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia. Dan Pak Presiden juga sangat berharap bahwa kolaborasi ini bisa dilakukan secepatnya,” ujar Arif.

Pertemuan juga menyoroti perlindungan flora dan fauna. Sebelum bertemu Prabowo, para peraih Nobel mengunjungi kawasan konservasi di Lampung. Arif mengatakan Presiden berkomitmen memperkuat konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Kolaborasi peraih Nobel

Selain riset dan lingkungan, Prabowo menyampaikan sejumlah agenda strategis, termasuk ketahanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan kampung nelayan, serta pengembangan inovasi untuk menghadapi bencana.

Menurut Arif, Presiden juga mendorong BRIN mengembangkan teknologi mitigasi bencana, termasuk rumah modular tahan gempa. Inovasi tersebut diperlukan mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire dan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan keberadaan para peraih Nobel dari berbagai disiplin membuka peluang kerja sama lebih luas. “Lebih banyak saya kira potensi untuk ke depan, untuk dieksplorasi, terutama kan para pemenang Nobel ini dari berbagai latar belakang. Ada yang biologis, ada yang fisika, dan macam-macam,” ujarnya.

Sejumlah peraih Nobel yang hadir antara lain Frances H. Arnold, Benjamin List, Kailash Satyarthi, Tim Hunt, Robert C. Merton, James A. Robinson, Konstantin Novoselov, Brian P. Schmidt, dan Sara Seager.

Pertemuan tersebut juga menegaskan kebijakan Good Neighbor Policy Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga, termasuk melalui kerja sama sains dan teknologi bersama negara-negara ASEAN serta kawasan Asia Tenggara.

Prabowo dalam kesempatan itu didampingi sejumlah menteri dan Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan hidup. Kehadiran para peraih Nobel diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan serta mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - ASEAN sambut Timor Leste sebagai anggota ke-11 di KTT ke-47 di Kuala Lumpur

SUMBER:TRT Indonesia