Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa bertambah menjadi 42 orang setelah tim SAR gabungan menemukan 14 jenazah di dalam badan kapal yang terbalik dan tenggelam.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian terus dilakukan, terutama dengan mengerahkan penyelam untuk memeriksa bagian dalam kapal.
“Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal, khususnya melalui penyelaman di dalam badan kapal,” kata Syafii dalam keterangannya, Kamis.
Ke-14 jenazah ditemukan oleh penyelam Basarnas Special Group, TNI AL, dan unsur SAR lainnya. Jenazah dibawa ke KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 dan Panther TNI AL. Setibanya di Banjarmasin, jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 150 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 selamat dan 42 meninggal. Sebanyak 93 orang masih dalam pencarian.
Identifikasi jenazah
Dari 42 kantong jenazah yang telah dievakuasi, sebanyak 20 korban sejauh ini sudah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 22 kantong jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan seluruh korban yang belum teridentifikasi akan menjalani pengambilan sampel DNA untuk membantu proses pencocokan dengan data keluarga.
Sebanyak 22 kantong jenazah tersebut akan dikirim ke tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan DNA. Proses pencocokan membutuhkan data ante mortem dari keluarga korban dan akan diselesaikan sesegera mungkin setelah data tersebut lengkap.
Operasi SAR berlanjut
Operasi SAR Gabungan akan dilanjutkan dengan memaksimalkan pencarian di sekitar lokasi bangkai kapal, terutama melalui penyelaman ke bagian dalam badan KMP Virgo Transport 8. Tim di lapangan terus menyesuaikan metode pencarian dengan kondisi kapal dan situasi perairan untuk mendukung proses evakuasi korban.
Selain penyelaman, unsur SAR tetap melakukan pemantauan dan pencarian di area sekitar lokasi kejadian. Setiap korban yang berhasil ditemukan akan segera dievakuasi melalui jalur yang telah disiapkan, kemudian diserahkan kepada tim terkait untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kementerian Perhubungan bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat akan terus memperkuat koordinasi selama operasi berlangsung. Dukungan armada, logistik, fasilitas penyimpanan sementara, serta personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan hingga seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi selesai.

















